Battlefield V

Meluncur 19 Oktober, Battlefield V Janjikan Banyak Hal Baru

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 25 May 2018 04:11 WIB
gameselectronic arts
Meluncur 19 Oktober, Battlefield V Janjikan Banyak Hal Baru
Tampilan depan dari Battlefield V.

Jakarta: Tadi pagi, Electronic Arts (EA) resmi merilis trailer Battlefield V. Mereka menjabarkan beragam informasi terkait fitur baru yang dibawa Battlefield V, meskipun tidak ada detil video gameplay dari fitur tersebut.

Sebuah game baru seharusnya membawa perubahan dan ini yang memang dijelaskan oleh pihak EA yang membuat gamer semakin penasaran. Pertama, Battlefield V sesuai dugaan mengusung latar Perang Dunia II.

General Manager DICE Oskar Gabrielson menuturkan alasannya bahwa game engine mereka ini sudah lebih canggih dari dulu, sehingga mereka menghadirkan kembali latar cerita tersebut.

Singleplayer campaign mode War Stories seperti di Battlefield 1, menurut Oskar masih sukses untuk menyajikan sudut pandang atau cerita yang tidak tergambarkan dalam sebuah peperangan, khususnya Perang Dunia II.



Fitur yang tidak tergolong baru tapi kembali hadir di Battlefield fitur Co-op Conquest hingga 64 player seperti yang disuguhkan pada seri Battlefield terdahulu.

Mengingat arena permainan menjadi apsek penting yang juga disuguhkan, EA memutuskan bahwa premium-pass seperti di seri sebelumnya dihapus. Artinya setiap pemain bisa memainkan seluruh konten yang diberikan.

Ada satu fitur juga yang sebetulnya masih menjadi tanda tanya yakni fitur bernama Company dalammode multiplayer dimana pemain bisa melakukan modifikasi tampilan hingga senjata untuk bermain terlepas dari sistem Class yang diadopsi oleh Battlefield.

Masih berkaitan dengan hal tersebut EA dan DICE menjanjikan tampilan dan gameplay yang lebih real. Setiap karakter akan memiliki gerakan yang lebih nyata, misalnya saat bersandar di dinding sambil menembak atau melompat ke samping atau belakang sambil menembak, tingkat akurasi dan presisi senjata juga dibuat lebih nyata.



Pemain dengan kelas kemampuan Medis harus mengobati rekannya dengan cara yang lebih nyata, misalnya menariknya terlebih dahulu ke tempat aman. Tanpa video gameplay yang jelas, memang sulit rasanya mengetahui apa yang dimaksud dari hal tersebut.

Untuk mode gameplay terbaru, selain War Stories dan Co-op Conquest yang sebenarnya fitur lama Battlefield V juga memperkenalkan mode Grand Operations, Combined Arms, Fortifications, dan Tides of War.

EA dan DICE mengumumkan bahwa Battlefield V akan hadir untuk seluruh platform pada tanggal 19 Oktober 2018 dan akan memamerkan video gameplay secara detil terkait fitur terbarunya di ajang E3 2018




(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.