Google Ikut Rambah Industri Game, Saingi Xbox dan PlayStation?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 29 Jun 2018 10:18 WIB
google
Google Ikut Rambah Industri Game, Saingi Xbox dan PlayStation?
Ilustrasi. (FossBytes)

Jakarta: Beredar kabar bahwa Google juga bakal terjun ke industri yang digarap sejak lama oleh Xbox dan PlayStation.

Google diam-diam sedang mengerjakan proyek yang berkaitan dengan industri game, dikutip dari Kotaku. Ada tiga langkah yang kabarnya dilakukan Google sebagai langkah pertama mereka di industri tersebut.

Kabarnya Google tengah menyiapkan layanan streaming, sejenis hardware untuk game, dan mengumpulkan banyak developer game di bahwa payung Google. Dari beberapa developer game yang telah didekati Google untuk bergabung, diantaranya adalah veteran dari developer game besar dan terkenal.

Pihak Google sebenarnya pernah menunjukkan minat ke layanan streaming yang memfokuskan game yakni Twitch di tahun 2014. Saat itu Google disalip oleh Amazon. Niantic, developer game Pokémon Go juga sebetulnya berasal dari naungan Google di tahun 2016 yang akhirnya memilih untuk berjalaan independen.

Dalam ajang E3 2018 dan Game Developers Conference dikabarkan bahwa ada perwakilan Google yang cukup aktif mendekati beberapa developer. Akhirnya diperoleh kabar bahwa Google tengah mengembangan proyek streaming dengan nama kode Yeti.

Streaming platform ini bukan seperti YouTube melainkan, diduga mirip dengan layanan NVIDIA GeForce Now. Jadi Google akan menyimpan beragam file serta game yang dimilikinya pada layanan hardware yang mereka simpan di markasnya.

Pengguna yang ingin memainkan game tersebut hanya cukup terhubung lewat layanan cloud sehingga semua gamer dengan beragam jenis PC termasuk gaming PC yang bukan kelas high-end bisa bermain game tanpa pusing harus memiliki PC dengan spesifikasi tertinggi.

Sementara untuk langkah Google merambah hardware gaming, belum ada kabar petunjuk yang memberikan sedikit info seperti apa konsep yang akan dikembangkan Google. Apabila Google benar-benar merambah industri game, diprediksi akan sangat banyak layanan internet mereka yang dibenamkan ke dalamnya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.