Ghost Recon Wildlands

Ghost Recon: Wildlands Jadi Kunci Seri Anyar Splinter Cell?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 11 Apr 2018 11:27 WIB
gamesubisoft
Ghost Recon: Wildlands Jadi Kunci Seri Anyar Splinter Cell?
Agen Sam Fisher bertemu dengan Karen Bowman, operator tim Ghost Recon.

Jakarta: Kehadiran agen legendaris Sam Fisher di salah satu misi Ghost Recon: Wildlands sudah mendapatkan tanggal pasti, yakni mulai dari 12 hingga 15 April 2018, berdasarkan informasi dari Ubisoft yang diterima Medcom.id.

Meskipun begitu, tetap ada yang sudah lebih dulu menjajal misi tersebut, salah satunya Gamespot. Berdasarkan video yang diunggah, dijelaskan bahwa misi bernama Special Operation 1 yang terdapat agen Sam Fisher berada di negara bagian La Cruz.

Lokasi persisnya ada di sebuah markas pasukan keamanan Unidad, yakni pasukan bersenjata Bolivia yang dikendalikan oleh kartel narkoba Santa Blanca. Agen Fisher menuturkan bahwa data CIA yang bocor dicuri oleh agen CIA yang berkhianat dan melarikan diri ke Bolivia untuk menjual data tersebut.

Gamespot menuturkan bahwa saat menginfiltrasi markas tersebut, pemain harus melakukannya dalam stealth mode alias diam-diam, termasuk cara melumpuhkan musuh yang dijumpai. Apabila tidak, maka Anda tidak akan menemukan agen Fisher.

Kemudian, pemain akan menjumpai agen Fisher yang telah mengalahkan agen berkhianat tersebut dan menceritakan bahwa data CIA tersebut telah disimpan di sistem Unidad sebagai cara agen tersebut mendapatkan perlindungan.

Misi selanjutnya, baru Anda diperbolehkan menembak secara terang-terangan karena Anda ditugaskan melindungi agen Fisher dari serbuan tim Unidad selagi dia berusaha mengambil data CIA yang bocor dari sistem Unidad.

Lalu Anda akan melakukan misi ekstrasi menuju lokasi Karen, operator tim Ghost Recon. Lucunya, di bagian tersebut agen Fisher sempat menyindir sosok seperti yang menggunakan bandana yaitu Snake dari game Metal Gear Solid yang juga menyajikan gameplay stealth.

Setelah itu, Karen menyebutkan bahwa ada tugas baru untuk agen Fisher karena pemerintah Amerika Serikat baru saja melaporkan sebuah senjata nuklir yang hilang. Tentu saja hal ini menjadi semacam kode yang belum terjawab, apakah Splinter Cell akan mendapatkan seri terbaru? 

Wajar apabila game Splinter Cell terbaru sangat dinantikan, mengingat game tersebut sudah ada sejak era game ponsel bersistem operasi Symbian dan terakhir kali hadir untuk konsol pada tahun 2013.




(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.