Apex Legends, Cara Developer Titanfall Sentuh Battle Royale

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 06 Feb 2019 11:53 WIB
games
Apex Legends, Cara Developer Titanfall Sentuh Battle Royale
Apex Legends.

Jakarta: Respawn Entertainment, developer Titanfall, merilis game terbaru. Sayangnya, game itu bukanlah Titanfall 3 melainkan sebuah game dengan genre battle royale.

Respaw Entertainment akhirnya memutuskan untuk ikut membuat game dengan genre battle royale yang tengah populer dengan merilis game baru bernama Apex Legends. Meskipun mengusung battle royale, seperti PUBG dan Fortnite, Apex Legends mencoba untuk memberikan gameplay berbeda.

Apex Legends menyajikan pertandingan battle royale yang terdiri dari 60 pemain dalam sebuah peta yang sangat luas. Satu tim hanya terdiri dari tiga pemain saja. Ya, game ini hanya bisa dimainkan dalam mode tim.

Pemain diberikan opsi delapan Legends, yang merupakan kelas dari karakter yang dimainkan. Setiap kelas atau Legends memiliki kemampuan yang berbeda sehingga memberikan peran berbeda dalam sebuah tim.

Beberapa game seperti Call of Duty: Blackout dan Battlefield V memang sama-sama mengusung sistem kelas untuk setiap karakter, tapi kelas Apex Legends memiliki peran yang spesifik.

Sayangnya, mode permainan tim justru menjadi kekurangan dari Apex Legends. Bayangkan jika anggota tim ditentukan secara acak dan Anda harus bermain dengan anggota tim yang tidak Anda kenal. Pastinya, itu akan membuat Anda kesulitan untuk membuat tim dengan komposisi yang bagus.

Satu hal yang berbeda dari game ini adalah pemain bisa menggunakan revive untuk membangkitkan lagi anggota tim yang terluka dengan lebih dulu membawa mereka ke posisi yang aman.

Kabar baiknya, game Apex Legends dirilis secara gratis untuk platform konsol (PS4 dan Xbox One) serta PC. Boleh dibilang Apex Legends sebetulnya menawarkan gameplay serupa dengan Overwatch, tapi dengan konsep battle royale.





(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.