UniPin Ingin Indonesia Jadi Pusat Esport ASEAN

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 17 Oct 2018 18:29 WIB
gamesesport
UniPin Ingin Indonesia Jadi Pusat Esport ASEAN
Co-founder dan CEO UniPin, Ashadi Ang. (Medcom.id)

Jakarta: UniPin ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat industri esport Asia Tenggara. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan menggelar kompetisi esport SEACA (South East Asia Cyber Arena).

Pertandingan esport yang dimulai tahun ini akan mengangkat sembilan game untuk dipertandingkan. Kesembilan game itu adalah Mobile Legends, Arena of Valor, Counter Strike: Global Offensive, Vainglory, DOTA 2, PUBG PC, Heartstone, Point Blank, dan StarCraft II.

Pendaftaran kompetisi ini telah diadakan sejak April lalu di 16 kota. Co-Founder dan CEO UniPin Ashadi Ang mengatakan, SEACA akan menjadi acara tahunan.

Selain ingin mengembangkan industri esport, Ashadi mengaku dia juga ingin mendorong gaya hidup yang lebih sehat untuk para gamer.

"Atlet esport adalah profesi yang sangat menjanjikan," kata Ashadi saat ditemui di Mall Taman Anggrek, Selasa, 17 Oktober 2018. "Jika para gamer berlatih secara profesional, ini akan bisa jadi profesi yang menghasilkan."

Namun, dia juga tidak menyarankan para gamer yang masih duduk di bangku sekolah untuk mengacuhkan pendidikannya, apalagi keluar sekolah.

"Saya tidak menyarankan anak-anak untuk berhenti sekolah demi esport. Kita tetap harus menyeimbangkan hidup kita," katanya. "Sekolah harus ada, hobi juga ada. Jika ada hobi yang bisa menghasilkan, tentunya itu akan sangat baik."

Dia mengatakan, menjadi atlet profesional tidak melulu soal berlatih bermain game, tapi juga menjaga kebugaran fisik, termasuk makan makanan yang sehat dan berolahraga secara rutin.


Pembukaan kompetisi SEACA. 

"Melalui kompetisi SEACA, kami juga ingin mendorong gaya hidup yang sehat untuk gamer," katanya. Meskipun sejatinya merupakan perusahaan penerbitan voucher game, UniPin juga telah membuat UniPin esport yang bertujuan untuk mengembangkan esport. Setelah kompetisi SEACA berakhir, dia mengatakan bahwa UniPin akan memilih beberapa tim esport untuk dibina.

"Mengadakan pembinaan tim esport, itu tujuan akhir dari SEACA," kata Asadhi. "Nanti akan kami carikan sponsor, kami buatkan program, seperti jam istirahat, sarapan menu dietnya apa, olahraga fisik untuk menjaga kebugaran dan jam latihan."

Tidak semua tim yang berhasil memenangkan SEACA akan dipilih untuk dibina UniPin. Asadhi mengungkap, dia ingin melatih tim yang memang serius.

"Artinya, memiliki komitmen dan dedikasi pada industri gaming. Dan bukan musiman. Kalau sudah kami latih selama tiga bulan, kami sediakan pelatih dari luar negeri, tapi ujung-ujungnya tidak serius, kan jadi sia-sia," ujarnya.

Dia juga menjelaskan, lain halnya dengan para gamer kasual, para atlet esport dituntut untuk hanya fokus pada satu game.

"Kalau gamer profesional itu hanya fokus ke satu game, tidak mungkin kita latih di sembilan game, nanti fokusnya justru buyar," katanya.

Dia membandingkan atlet esport dengan atlet olahraga. "Tidak mungkin kita meminta atlet badminton untuk memainkan tenis, meski pada dasarnya sama-sama memukul bola," ujarnya.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

5 days Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.