PINC, Bukti PUBG Mobile Jadi Esport Baru di Indonesia

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 22 Oct 2018 13:32 WIB
gamesesportpubg
PINC, Bukti PUBG Mobile Jadi Esport Baru di Indonesia
PUBG Mobile Indonesia National Championship (PINC).

Jakarta: PUBG Mobile Indonesia National Championship (PINC) yang digelar sejak bulan Agustus lalu akhirnya resmi usai kemarin malam. Apakah kompetisi besar ini hanya akan dilakukan sekali, atau ada kelanjutannya?

Menurut Esport Manager Tencent Games Indonesia, Andrew Tobias, ini hanya sebagai salah satu prestasi perdana, sekaligus bukti PUBG Mobile bisa turut meramaikan kompetisi game mobile di Indonesia, yang selama ini didominasi game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena).

"Perbedaan dari PUBG Mobile, selain sudah populer, genre yang diusungnya juga mampu menyajikan hiburan dan kompetisi yang lebih intens. Sulit untuk memprediksi pemenang di awal game battle royale karena kondisi terus berubah sepanjang permainan," jelas Andrew.

Andrew menambahkan bahwa game seperti PUBG Mobile menjadi bentuk sekaligus tantangan baru bagi industri esport Indonesia. Genre battle royale mempertandingkan sekitar 80 hingga 100 pemain secara bersamaan, berbeda dengan game lima versus lima pemain.

"Game ini dimainkan oleh pemain dalam jumlah banyak sekaligus, selain seru tapi ada juga tantangannya yakni menyiapkan kualitas WiFi yang dipastikan aman dan bagus selama permainan. Pemilihan venue juga harus diperhatikan karena jumlah pemainnya sangat banyak," imbuh Andrew.

Selama rangkaian acara, mulai dari seleksi kota, Andrew menuturkan banyak sekali tim esport amatir yang bermunculan untuk bertanding di PINC.

Andrew menjelaskan bahwa awalnya mereka hanya iseng. Namun, karena lolos City Qulifiers, tim amatir ini diakusisi oleh tim esport yang lebih profesional untuk diresmikan.

"Pendaftarnya juga melebihi kuota yang bisa kami akomodasi, rupanya teman-teman di beberapa kota ini kangen dengan event kompetisi game semacam ini. Makanya, meskipun tidak bisa ikut bertanding tapi mereka tetap menyaksikan kompetisi tersebut.

Ke depannya, Andrew mengakui pihak Tencent sudah menyiapkan beberapa kompetisi untuk memperbesar komunitas PUBG Mobile di Indonesia. Menurutnya, dari kompetisi ini terlihat PUBG Mobile menjadi satu cabang esport di Indonesia.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.