Gara-Gara Tolak Sistem Pay-To-Win, EA Pecat Kreator Plant vs. Zombie

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 21 Nov 2017 13:15 WIB
games
Gara-Gara  Tolak Sistem Pay-To-Win, EA Pecat Kreator Plant vs. Zombie
Kreator Plants vs. Zombie dipecat EA lantaran tolak sistem pay-wo-win

Jakarta: EA kembali mendapat masalah. Publisher game tersebut dilaporkan pernah memecat salah satu kreator game karena tidak mau mengimplementasikan sistem "pay-to-win" dalam sebuah game.

Kreator game yang dimaksud adalah George Fan, sosok kreatif di balik game Plants vs. Zombies. Informasi tersebut dibocorkan oleh salah satu teman dekat Fan, yaitu Edmund McMillen yang juga kreator game The Binding of Isaac dan Super Meat Boy.

Melalui sebuah acara podcast, McMillen mengatakan Fan mulanya direkrut oleh PopCap dan disana ia mulai mengembangkan game Plant vs. Zombie bersama tim dengan jumlah yang sangat kecil.

Plant vs. Zombie kemudian menjadi game yang sangat terkenal pada tahun 2009. Namun, Fan masih belum puas dengan hasilnya karena dianggap masih merupakan standari game indie.

"Saya kenal baik dengan Fan, dan saya tahu karakternya. Setiap bagian terkecil dari Plant vs. Zombie adalah sesuatu yang sangat berharga baginya. Game tersebut sudah seperti anaknya sendiri," ujar McMillen dikutip dari IGN.

Pada tahun 2011 EA mengakuisisi PopCap dan game Plant vs. Zombie juga ikut berada di bawah naungan publisher tersebut. Sejak akuisisi tersebut EA meminta agar game Plant vs. Zombie terbaru, yaitu Plant vs. Zombie 2, memiliki sistem pay-to-win.

Sistem tersebut memaksa pemain secara halus membeli berbagai item melalui microtransaction agar bisa menang lebih mudah.

Tentu saja Fan menolaknya. Menurutnya sistem pay-to-win tidak boleh ada di game Plant vs. Zombie. Karena penolakan keras tersebut, Fan dipecat EA. Saat ini, Fan kembali menjadi kreator game independen dan sedang membuat game berjudul Octogeddon.

Kisah Fan kali ini tentu akan semakin memojokkan EA, mengingat publisher game tersebut sedang menjadi sorotan lantaran sistem microtransaction di Star Wars Battlefront II. EA juga sempat mendapat protes keras dari gamer dan akhirnya meniadakan microtransaction di Battlefront II untuk sementara.

Saham EA juga dilaporkan mengalami penurunan sejak protes dari para gamer. Meski demikian, EA memastikan kepada investornya, pendapatan di tahun fiskal 2018 tidak akan mengalami penurunan.


(MMI)

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One
Review Smartphone

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One

6 hours Ago

Nokia 6.1 Plus jadi smartphone Android One yang layak menjadi pilihan di antara merek lainnya.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.