Review Game

Begini Pengalaman Main Assassin's Creed Origins - The Hidden Ones

Mohammad Mamduh    •    Senin, 02 Apr 2018 11:06 WIB
gamesreview game indonesiaassassin creed
Begini Pengalaman Main Assassin's Creed Origins - The Hidden Ones
Assassin's Creed Origins -The Hidden Ones

Jakarta: Sesuai janjinya, Ubisoft menghadirkan berbagai konten baru secara berkala untuk Assassin’s Creed: Origins. Langkah ini diambil sebagai strategi mempertahankan keistimewaan satu game, agar umurnya bisa lebih panjang.

The Hidden Ones menjadi DLC (downloadable content) pertama yang menawarkan kelanjutan dari cerita utama dalam Assassin’s Creed: Origins. Untuk keperluan mengulas secara lengkap, Medcom.id memutuskan untuk membeli Season Pass agar bisa mengakses semua konten tambahan nantinya. Apakah The Hidden Ones layak Anda miliki? Begini ulasan Medcom.id.

Sebelum memainkan The Hidden Ones, saya sangat menyarankan Anda menyelesaikan cerita utama Assassin’s Creed: Origins. Pasalnya, ini adalah kelanjutan dari akhir kisah asal muasal Brotherhood, yang menjadi fondasi Assassin’s Creed.

Hidden Ones merupakan sebutan pertama untuk Brotherhood, karena mengusung filosofi “bekerja dari kegelapan untuk melayani cahaya”. The Hidden Ones akan menjelaskan perjuangan awal Brotherhood setelah kematian Julius Caesar.



Assassin’s Creed Origins - The Hidden Ones mengangkat semenanjung Sinai di timur Mesir sebagai latar tempat. Bayek mendapatkan surat dari biro Brotherhood di sana, meminta bantuan karena sedang terjadi pergolakan dan penindasan oleh tentara Romawi kepada bangsa Nabatea.

Bayek tiba dengan konflik antara pemberontak dan tentara Romawi di dua kota utama. Dari sini, Bayek melihat bahwa masih banyak hal yang harus dipelajari The Hidden Ones untuk menjadi pelindung sejati rakyat tak berdosa.

Sebagai DLC, The Hidden Ones mencoba memperluas cerita utama Assassin’s Creed dengan wilayah permainan yang tidak terlalu luas. Semenanjung Sinai digambarkan sebagai wilayah dengan perabadan dan kebudayan yang tidak berbeda dengan Mesir.

Hanya saja, keberadaan Kerajaan Romawi sangat kuat, dan penduduk lebih tertindas karena Romawi memperkerjakan mereka seperti budak. Ini berbeda dengan Alexandria atau Memphis, yang penduduknya masih memiliki kebebasan.

Saya akan mencoba untuk tidak memberikan spoiler dalam ulasan ini. The Hidden Ones memberikan gambaran bahwa Bortherhood saat awal berdiri belum memiliki fondasi yang kuat.

Keberadaannya justru mengancam nyawa rakyat Sinai karena terlalu mencolok dalam menjalankan misi. Berbagai tantang harus dilalui Bayek jika ingin menyelesaikan konflik Sinai. Untungnya, Bayek tidak sendirian. Ada satu tokoh penting dari cerita utama yang ikut datang ke Sinai.



Dari aspek cerita, Assassin’s Creed Origins - The Hidden Ones mencoba menampilkan perjuangan singkat Brotherhood di wilayah baru yang tidak jauh dari Mesir. Tidak selalu mengalahkan target utama, Bayek juga harus mengajak orang lain yang punya kepentingan sama untuk bergabung. Bayek memang berhadapan dengan kisah baru, tetapi tidak ada perbedaan dari musuh atau hewan yang bisa diburu.

Assassin’s Creed Origins - The Hidden Ones menawarkan tambahan waktu bermain. Jika fokus ke misi utama, Anda bisa menyelesaikannya dalam 4 jam. Seperti biasa, ada banyak tempat dengan hadiah item atau senjata yang lumayan bagus.

Agar lebih menarik, Ubisoft menambah batas level Bayek sampai maksimal level 45. Dengan begitu, Anda bisa punya senjata dan kemampuan yang lebih kuat. Ini juga menjadi kesempatan Bayek untuk meningkatkan skill yang bisa ditebus berkali-kali dengan skill point.

Harus saya akui, The Hidden Ones merupakan konten tambahan pertama yang wajib Anda mainkan. Selain menawarkan kelanjutan kisah Brotherhood, Anda bisa mendapatkan berbagai senjata baru yang dengan kemampuan menarik. Jam bermain yang tersedia memang sedikit, tetapi harga yang ditawarkan masih terjangkau, apalagi untuk sebuah DLC.

Platform: PC, PlayStation 4, Xbox One
Developer: Ubisoft
Publisher: Ubisoft
Tanggal Rilis: 23 Januari 2018
Jenis: Action-RPG
 
 
8
Assassin's Creed Origins - The Hidden Ones
Plus
  • Semenanjung Sinai menarik untuk dijelajah
  • Misi baru lanjutkan kisah utama
Minus
  • Jam bermain singkat

 


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.