Review Game

Bermain Sambil Belajar Membangun Peradaban di Sid Meier's Civilization VI

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 24 Nov 2016 22:21 WIB
review game indonesia
Bermain Sambil Belajar Membangun Peradaban di Sid Meier's Civilization VI
Sangat sayang jika Anda melewatkan Civilization VI begitu saja

Metrtvnews.com, Jakarta: "Una volta che avrai. Spiccato il volo, deciderai sguardo verso il ciel saprai: Lì a casa il cuore sentirai."

Itulah sepenggal lirik dari lagu yang saya dengar ketika pertama kali masuk ke dalam game Sid Meier's Civilization VI. Lagu berjudul Sogno di Volare tersebut dihadirkan dengan menggunakan orkestra, namun yang paling menarik bagi saya adalah asal muasal liriknya.

Sogno di Volare yang dibuat oleh komposer musik bernama Christoper Tan ini menggunakan lirik yang berasal dari kumpulan puisi Leonardo Da Vinci. Tentu saja kehadiran lagu tersebut memperkaya esensi dasar Civilization VI karena Da Vinci merupakan salah satu tokoh penting bagi peradaban manusia. Jika penasaran, Anda bisa mendengarkannya melalui video di bawah ini.



Detail informasi seperti itulah yang membuat Civilization VI semakin seru untuk dimainkan, bahkan saya sudah menghabiskan waktu lebih dari 50 jam bersama game ini. Di luar itu, musik memang menjadi salah satu kekuatan utama dari Civilization VI. Musik dalam game ini hadir dengan sangat baik dan bisa menggambarkan perkembangan peradaban dari masa ke masa.

Gameplay Lebih Dalam

Sama seperti seri sebelumnya, Civilization VI juga hadir dengan berbagai faksi berupa negara atau kerajaan yang bisa dipilih. Setiap negara dan kerajaan tersebut memiliki satu pemimpin, kecuali Yunani yang hadir dengan dua pemimppin dan Anda bisa memilih salah satu di antaranya.

Setiap pemimpin di Civilization VI hadir dengan kemampuan dan keuntungan khusus. Selain itu, setiap negara atau kerajaan juga memiliki unit khusus yang bisa dimanfaatkan untuk menghadang faksi lain di dalam game. Keuntungan tersebut yang harus dipelajari oleh pemain untuk memenangkan game ini.

Jepang misalnya, yang memiliki bangunan unik bernama Electronic Factory yang bisa menambah poin Production dan Science sekaligus. Selain itu, Jepang juga memiliki unit khusus yaitu Samurai yang tidak akan mendapatkan penalti meski sedang bertarung dalam keadaan sekarat.



Sementara itu, Rusia memiliki keuntungan khusus berupa memiliki batas wilayah kota yang dua kali lebih besar ketimbang faksi lain. Ini membuat Rusia lebih cepat melakukan ekspansi ketimbang faksi lainnya. Selain itu, Rusia juga memiliki unit khusus bernama Cossacks yang bisa digunakan untuk melakukan dominasi wilayah di awal permainan.

Setelah menjajal beberapa faksi, hingga saat ini saya masih suka menggunakan Rusia. Di bawah kepemimpinan Tsar Peter Alexeyevich, Rusia merupakan faksi yang mudah untuk digunakan. Hal yang paling saya suka dari Rusia adalah wilayah perbatasan setiap kotanya yang sangat luas. Dengan demikian, saya bisa dengan cepat menguasai sumber daya yang ada di sekitar tanpa perlu menunggu ekspansi perbatasan atau harus membeli wilayah menggunakan poin Gold.



Meski demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika bermain menggunakan Rusia. Dia awal permainan, Rusia langsung memiliki wilayah yang sangat luas, sehingga butuh proteksi ekstra. Jika tidak lihai dalam mengelola pasukan di awal permainan, kota Anda bisa habis dibantai oleh faksi Barbarian atau faksi lainnya.

Civilization VI memang menawarkan berbagai perubahan jika dibandingkan dengan seri sebelumnya. Game ini tidak hanya lebih baik dari segi grafis, tetapi juga lebih dalam dari sisi gameplay. Salah satu yang membuat gameplay Civilization VI menjadi lebih dalam adalah kehadiran sistem distrik.

Pengembangan kota di Civilization VI kini tidak hanya terbatas pada pusat kota dan pembuatan Wonder. Anda juga bisa menambahkan distrik khusus di wilayah sebuah kota. Distrik tersebut terdiri dari berbagai macam. Ada distrik yang merupakan pusat religi, pusat pendidikan, pusat perdagangan, hingga pusat militer. Tentu saja masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.



Distrik juga bisa di-upgrade dengan menambahkan bangunan tertentu. Distrik komersial misalnya yang bisa ditambahkan pasar hingga bursa saham di akhir game. Membangun distrik juga bisa tidak bisa sembarangan. Beberapa distrik memiliki keuntungan berlipat jika diposisikan di tempat yang tepat.

Setiap distrik akan mendapatkan bonus jika ditempatkan bersebelahan dengan distrik lainnya atau pusat kota. Sementara beberapa distrik lainnya seperti kampus memiliki bonus tambahan jika ditempatkan bersebelahan dengan area pegunungan, sungai, atau Wonder.

"One More Turn"

Awal permainan Civilization VI memang terasa datar dan tidak banyak pertempuran. Namun semakin lama Anda bermain dan maju peradabannya, maka game akan tampil semakin rumit. Di akhir permainan, Anda akan dihadapkan oleh berbagai macam urusan, mulai dari mengatur jalur perdagangan, diplomasi, hingga menjaga teritori.

Meski demikian, Anda tidak akan merasa hal tersebut sebagai sebuah kerumitan yang sulit dihadapi. Firaxis berhasil menciptakan sistem yang akan membuat Anda tidak akan merasa telah melewati berbagai masa peradaban di dalam game ini. Bersamaan dengan itu, Anda juga tidak akan sadar telah bermain cukup lama dengan game ini.



Sama seperti seri sebelumnya, Civilization VI masih memiliki julukan sebagai "one more turn game". Selain karena mode gameplay-nya yang menggunakan sistem turn-based strategy, Civilization VI juga game yang bisa membuat pemainnya ketagihan dan lupa waktu.

Salah satu rahasia dari sifat adiktifnya timbul dari sistem gameplay-nya sendiri yang awalnya terlihat sederhana, namun lama-lama kan berubah semakin kompleks. Ini membuat pemain merasa semakin penasaran dan akhirnya ketagihan. Namun berbeda dengan game lainnya yang hanya menyajikan sisi hiburan, Civilization VI justru menawarkan konten edukasi.

Cocok untuk Edukasi

Di dalam game ini, saya bisa mengetahu berbagai tokoh-tokoh besar dunia. Tidak hanya pemimpin kerajaan atau negara, tetapi juga ilmuwan, seniman, musisi, hingga pemuka agama. Tokooh dunia ini bisa membantu Anda untuk memajukan peradaban dan memiliki deskripsi yang tepat sesuai dengan sejarah.

Jane Austen misalnya yang merupakan pengarang dari novel terkenal berjudul Pride and Prejudice, atau Nikola Tesla yang menemukan konsep listrik pertama kali. Selian itu, terdapat juga Galileo Galilei, ilmuwan James Watt, tokoh agama Siddhartha Gautama.



Hal tersebut membuat Civilization VI bisa dimainkan oleh anak-anak. Bahkan mereka tidak hanya bisa belajar mengenai tokoh-tokoh besar dunia, tetapi juga bagaimana peradaban manusia berkembang melalui Civilization VI. Selain itu, anak-anak juga bisa belajar dasar diplomasi dan apa dampak dari perang sesungguhnya melalui game ini.

Kesimpulan

Sid Meier's Civilization VI merupakan seri game Civilization yang paling menarik untuk dimainkan. Selain memiliki gameplay yang lebih baik dan lebih dalam, game ini juga hadir dengan musik yang sangat bagus. 

Civilization VI juga sangat cocok digunakan sebagai game edukasi karena mengajarkan banyak hal, mulai dari mengenal tokoh penting dunia, mengatur stretegi untuk mengembangkan peradaban, mengajarkan diplomasi, hingga memahami koonsekuensi dari sebuah peperangan.

Satu pesan terakhir dari saya: sangat sayang jika Anda melewatkan game ini begitu saja.



Platform: PC
Developer: Firaxis
Publisher: 2K Games
Tanggal Rilis: 21 Oktober 2016
Jenis: Turn-Based Strategy (TBS)
Situs Resmi: https://www.civilization.com/
 

Sid Meier's Civilization VI

 

9,5

  • Gameplay detail dan mendalam
  • Memiliki konten edukasi
  • Bisa dimainkan oleh anak-anak
  • Grafis ringan
  • Butuh waktu cukup lama untuk memainkannya



(MMI)

Mengulik Ponsel Berdaya 13 Jam LG X Power
Review Smartphone

Mengulik Ponsel Berdaya 13 Jam LG X Power

1 week Ago

LG X Power memang memiliki baterai yang awet dan dapat mengisi baterai dengan cepat. Sayangnya,…

BERITA LAINNYA
Video /