Acer Predator League 2018

Indonesia Bertarung Demi Tiket Semifinal di Asia Pasifik

Cahyandaru Kuncorojati    •    Sabtu, 20 Jan 2018 08:28 WIB
aceresportacer predator league 2018
Indonesia Bertarung Demi Tiket Semifinal di Asia Pasifik
APAC Predator Leagues 2018.

Jakarta: Kemarin, 19 Januari 2018, Grand Final APAC (Asia Pasific) Predator Leagues 2018 resmi di gelar oleh Acer di Mall Taman Anggrek, Jakarta. Dalam ajang ini dipertemukan wakil dari 8 negara peserta yang memperebutkan hadiah senilai USD150.000 (Rp2 miliar).

Ada 8 tim yang mewakili masing-masing negara, Boom.ID (Indonesia), Signify (India), Geek Fam (Malaysia), Alpha Red (Thailand), Azure eSport (Hong Kong), Ten Twenty (Singapura), Quid Pro Quo (Filipina), dan We Say No! (Sri Lanka).

Sejauh ini, Boom.ID masih tangguh bertahan laga ini. Pada ronde pertama Boom.ID berhasil mengalahkan tim Alpha Red (Thailand). Tim lainnya yang memang di juara pertama adalah Geek Fam (Malaysia), Signify (India), dan Ten Twenty (Singapura).



Seperti yang diketahui, Boom.ID menjadi perwakilan Indonesia setelah bertarung dengan 7 tim DOTA 2 terbaik lainnya di Indonesia: Destructor Gaming, Evoscubs, Obelix, dan Pondok Gaming Barracx. Kemudian ada Evos, The Watcher, dan RRQ yang ikut serta lewat jalur undangan.

Pada ronde kedua yang akan digelar hari ini, Boom.ID bertemu dengan Ten Twenty (Singapura) untuk memperebutkan kesempatan bertarung di babak Semifinals. Apabila Boom.ID berhasil masuk Semifinal maka Indonesia akan bertarung dengan Malaysia.

Nantinya pemenang di Semifinals akan bisa masuk ke babak Final bertemu dengan juara dari Losers Bracket. Di Loser Bracket sendiri sudah ada Quid Pro Quo (Filipina) dan Signify (India) yang masih bertahan. 

Kedua tim tersebut berhasil mengkandaskan dua tim lain yakni We Say No! (Sri LAnka) dan Azure eSports (Hong Kong) untuk lanjut bermain di hari kedua APAC Predator Leagues 2018.

Dalam laga APAC Predator Leagues 2018 hari akan diperoleh hasil tim yang akan berlaga pada babak final yang akan dilaksakan pada hari Minggu malam, 21 Januari 2018.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.