Rainbow Six Siege Otomatis Blokir Pemain yang Berkata Kasar

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 16 Jul 2018 15:25 WIB
Rainbow Six Siege Otomatis Blokir Pemain yang Berkata Kasar
Tampilan yang diterima pemain game Rainbow Six: Siege apabila diblokir Ubisoft akibat menggunakan kata kasar dalam permainan.

Jakarta: Pada bulan maret lalu, Ubisoft pernah berencana menciptakan komunitas game Tom Clancy's Rainbow Six: Siege yang sehat. Caranya adalah dengan mengembangkan sistem sensor terhadap pemain yang menucapkan kata kasar seperti menyinggung etnis dan seks termasuk ujaran kebencian.

Kini sistem tersebut tampaknya sudah diterapkan oleh Ubisoft. Hal ini diketahui dari banyak sekali keluhan pemain yang mendapat blokir atau banned akibat mengetik kata kasar atau yang menyangkut SARA di fitur chat.

Lewat sebuah email, Ubisoft menuturkan kepada PC GAMER bahwa mereka telah menerapkan sistem sensor yang dulu dikembangkan. Meskipun fitur blokir atau banned yang diterima hanya bersifat sementara, tapi dampaknya cukup membuat kesal beberapa pemain.

Status blokir tersebut hanya berlaku selama 27 menit, tapi mampu membuat pemain yang diblokir tidak bisa bermain beragam game yang ada di Rainbow Six: Siege. Sementara pemblokiran kedua dan ketiga akan berlangsung selama dua jam.

Apabila setelah tiga kali pemblokiran pemain tetap nakal, maka Ubisoft akan melakukan pemblokiran permanen terhadap akun. Namun sistem ini tidak akan hanya menjadi satu-satunya cara Ubisoft menciptakan komunitas gamer yang sehat.

"Tim kami sedang mengerjakan sistem sensor otomatis yang akan memblokir setiap kata yang termasuk dalam daftar filterisasi yang terus berkembang. Sistem juga akan melakukan pencatatan dan penelusuran seberapa sering seorang pemain melanggar peraturan kami terkait hal tersebut," ungkap pihak Ubisoft.

Dalam sebuah video uji coba yang diunggah, diperlihatkan bahwa sistem sensor Ubisoft akan langsung menarik pemain yang menggunakan kata kasar maupun SARA dari sebuah game yang sedang berlangsung.

Rainbow Six: Siege menjadi salah satu game Ubisoft yang cukup sukses karena memiliki komunitas dengan jumlah pemain di pertengahan 2017 melampaui 20 juta pemain. Game ini menduduki posisi ke-5 sebagai game yang paling banyak dimainkan di Steam, dan masuk dalam daftar 10 besar video game yang paling banyak ditonton di YouTube.
(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.