Review Game

Rise of The Tomb Raider, Petualangan Lara Croft Terbaik

Mohammad Mamduh    •    Selasa, 20 Sep 2016 11:58 WIB
gamesreview game indonesia
Rise of The Tomb Raider, Petualangan Lara Croft Terbaik
Rise of The Tomb Raider

Metrotvnews.com, Jakarta: Square Enix kembali melanjutkan kisah petualang wanita Lara Croft versi baru lewat sekuel Rise of The Tomb Raider. Seri sebelumnya yang rilis pada tahun 2013 silam menyita perhatian gamer karena perubahan yang cukup revolusioner.

Gamer seperti berkenalan dengan Lara Croft yang baru, bukan hanya dari segi grafis, tetapi juga dari gameplay yang lebih baik. Menyesuaikan tren gameplay yang ada saat ini, Tomb Raider merupakan salah satu game reboot yang sukses. Apakah kesuksesan ini juga terulang pada Rise of The Tomb Raider?

Rise of The Tomb Raider kali ini membawa Lara Croft mencari sebuah artefak yang dipercaya bisa melahirkan keabadian kepada umat manusia. Memang terdengar mustahil, tetapi rupanya, ayah Lara adalah sosok yang rela mengorbankan dirinya demi menemukan artefak tersebut. Mewarisi jiwa petualang dari sang ayah, Lara akhirnya memutuskan untuk menemukan misteri yang membuat ayahnya kehilangan nyawa ini. Sayangnya, satu organisasi religius juga mengetahui keberadaan artefak tersebut.



Salah satu kelebihan franchise Tomb Raider adalah petualangan yang selalu membawa gamer mengelilingi dunia. Tidak seperti seri sebelumnya, Rise of The Tomb Raider menggunakan lebih dari satu latar tempat, dari Suriah sampai dataran salju Siberia. Square Enix berhasil mengemas latar tempat dengan baik, sampai bisa membuat pemain penasaran dan bersemangat untuk menjelajah.

Lingkungan yang menyediakan teka-teki, dirancang sealami mungkin dan tidak terlalu menyulitkan pemain dalam menyelesaikannya. Ada beberapa lokasi dan misi tambahan yang hanya berperan sebagai pelengkap cerita, dan justru membuat saya ingin mengetahui lebih jauh tentang sejarah tempat tersebut.

Beberapa lokasi memang menyimpan beberapa misi khusus yang bisa memberikan experience point tambahan seandainya berhasil diselesaikan. Selain untuk meningkatkan skill, beberapa misi ini menyediakan kemampuan khusus untuk Lara. Ada juga misi tersembunyi yang muncul secara tidak sengaja, dan ini menggoda Anda untuk melakukan hal yang aneh-aneh di dalam permainan.

Gameplay Rise of The Raider sering diadu dengan Uncharted, franchise yang hanya tersedia untuk konsol PlayStation. Saya justru melihat keduanya sebagai sebuah judul game yang saling melengkapi. Uncharted sebagai seri game ala Indiana Jones yang menekankan kisah petualangan seorang pria yang tidak lebih kaya dari Lara Croft yang keturunan bangsawan.



Keduanya sama-sama mencari harta karun dan pada akhirnya menemukan sebuah kota mitos, tetapi dengan tujuan yang berbeda. Lara Croft mengemban tujuan yang lebih mulia, sementara Nathan Drake bertualang demi dirinya sendiri.

Teka-teki memang sebagai salah satu komponen utama dalam gameplay, dan beragam puzzle yang ada sangat menuntut logika pemain. Puzzle yang tersedia memang sangat menantang, tetapi tidak akan membuat pemainnya terlalu pusing. Salah satu alasannya adalah beberapa objek atau lingkungan sudah ditandai agar pemain melakukan sesuatu terhadapnya. Meskipun begitu, cara memecahkan puzzle ini tetap tidak mudah.

Rise of The Tomb Raider menghadirkan mekanisme permainan yang lebih luas, yang terlihat dari cara Lara dalam mencapai satu titik tujuan. Tidak hanya memanjat atau bergantung di tepi, busur Lara bisa menembakkan panah berukuran besar yang berfungsi sebagai pijakan. Ada juga teknik melompat jauh kemudian melempar kapak es yang telah diikat dengan tali, untuk mencapai tepi bangunan yang cukup jauh. Ini salah satu kelebihan yang memberikan lebih dari satu cara kepada pemain untuk menyelesaikan satu misi.



Grafis Rise of The Tomb Raider juga sangat baik. Untuk versi PC, baik kartu grafis besutan NVIDIA atau AMD, Anda tidak akan menemui masalah atau bug yang mengganggu performa visual. Penggunaan Windows 10 dan  DirectX 12 akan membuatnya lebih optimal, yang terlihat dan kehadiran efek tambahan seperti hembusan salju atau kobaran api. Detail objek dan lingkungan juga menawan, dan Anda akan melihatnya sepanjang permainan.

Satu kekurangan Rise of The Tomb Raider adalah sistem pertempuran yang kurang fleksibel. Berlindung dan menembak adalah dua gerakan yang biasa, tetapi untuk seorang Lara Corft dengan insting bertahan hidup yang sangat kuat, seharusnya bisa lebih dari itu. Pihak developer memang telah menyisipkan beragam teknik tambahan yang menarik, seperti penggunaan benda-benda di sekitar untuk mengalihkan perhatian, atau memanfaatkan benda tersebut untuk merakit senjata khusus. Sayangnya, AI musuh yang hadir kurang kompetitif, jika saya bandingkan dengan Uncharted 4: A Thief's End.


Kesimpulan

Penggemar atau bukan penggemar Lara Croft, Rise of The Tomb Raider adalah game yang layak Anda mainkan. Cerita, tampilan visual, dan mekanisme permainan membuatnya sebagai salah satu game action terbaik.

Gaya bertarung yang tertanam mungkin tidak sebagus game pesaingnya, tetapi hal ini bisa dilewati dengan menyelesaikan pertempuran tersebut secepat mungkin demi melihat kelebihan lainnya yang memukau.

Platform: PC, Xbox 360, Xbox One, PlayStation 4
Developer: Crystal Dynamics
Publisher: Square Enix, Microsoft Studios
Tanggal Rilis: 28 Januari 2016
Jenis: Action-Adventure
Situs Resmi: https://www.tombraider.com

 

Rise of The Tomb Raider

 

9,6

  • Gaya permainan lebih inovatif
  • Optimalisasi grafis untuk objek karakter, dan lingkungan
  • Plot cerita dramatis, menarik, dan seru
  • Gaya bertarung cenderung kaku



(MMI)

Video /