Lokasi Tidak Layak, Gamer Kecewa dengan Halo World Championship 2017

Riandanu Madi Utomo    •    Senin, 27 Mar 2017 13:37 WIB
esport
Lokasi Tidak Layak, Gamer Kecewa dengan Halo World Championship 2017
Suasana pertandingan Halo World Championship 2017 (Twitter/Frank)

Metrotvnews.com: Gelaran esport biasanya diramaikan oleh hiruk pikuk penonton dan diselenggarakan di sebuah stadium besar.

Namun, berbeda dengan Halo World Championship 2017 kali ini, kejuaraan yang diklaim terbesar dengan hadiah USD1 juta atau sekitar Rp1,3 miliar tersebut diselenggarakan di tempat sangat sederhana dan dinilai tidak layak disebut sebagai lokasi kejuaraan esport kelas dunia.

Babak final Halo World Championship 2017 diselenggarakan di ESL America Campus. Beberapa pihak berspekulasi bahwa ESL selaku penyelenggara tidak dapat mengamankan lokasi pertandingan yang sebelumnya direncanakan. Dengan demikian, mereka memilih untuk tetap menyelenggarakan ajang esport tersebut namun lokasinya berubah di tempat yang tidak terduga.
 
Menurut Kotaku, saat ESL mengumumkan lokasi kejuaraan tersebut  banyak fans dan gamer kecewa karena tempatnya yang tidak sesuai dengan kelas pertandingan yang diselenggarakan. Salah satu gamer bahkan mengatakan babak kualifikasi di Eropa yang menggunakan stadiun jauh lebih baik ketimbang babak finalnya kali ini.
 
Selain diselenggarakan di lokasi yang bisa dikatakan tidak megah, kejuaraan juga dilangsungkan di dalam tenda meski memang seluruh perlengkapan yang disediakan mirip seperti kejuaraan esport pada umumnya. Namun beberapa tenda terlihat kosong dan gamer terlihat sangat tidak antusias dalam menghadiri kejuaraan ini.

Ini bisa menjadi pembelajaran bagi penyelenggara kejuaraan esport lainnya agar mempersiapkan lokasi acara jauh sebelum penguman penyelenggaraan kejuaraannya.


(MMI)

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT
Review Game

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT

1 day Ago

Dissida Final Fantasy NT merupakan game sekaligus fan service bagi penggemar dan pengikut setia…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.