Anak yang Dapat Nilai Bagus Boleh Main AoV Lebih Lama

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 06 Mar 2018 14:17 WIB
games
Anak yang Dapat Nilai Bagus Boleh Main AoV Lebih Lama
Tencent ingin membantu orangtua membuat anak tidak hanya fokus pada bermain game.

Jakarta: Game mobile milik Tencent, Honor of Kings -- yang juga dikenal dengan nama Arena of Valor -- terlalu populer di Tiongkok. Hal ini menyebabkan masalah seperti anak-anak yang terlalu fokus bermain game dan melupakan kewajibannya di dunia nyata.

Akhir pekan lalu, Tencent mengumumkan rencana mereka membuat kontrak baru dalam game yang memungkinkan anak dan orangtua berdiskusi soal lama waktu main sang anak.

"Dengan fitur baru ini, anak-anak bisa mendapatkan waktu bermain dengan melakukan tugas di rumah atau mencapai nilai akademik tertentu," kata CEO Tencent, Ma Huateng, seperti yang dikutip dari The Verge.

Pertama kali diluncurkan di Tiongkok pada 2015, Honor of Kings diperkirakan memiliki 200 juta pemain aktif bulanan, menjadikannya sebagai game paling populer di dunia.

Namun, game itu juga mendapatkan kritik di negara asalnya. Alasannya karena game itu dianggap memiliki konten yang bersifat adiktif. 

Sebelum ini, Tencent telah membuat batasan untuk mencegah anak berumur di bawah 12 tahun untuk bermain game lebih dari satu jam per hari. Namun, hal ini justru menimbulkan masalah baru. Anak-anak yang berusaha menghindari peraturan tersebut membuat identitas palsu untuk bermain. 

Selain menambahkan fitur baru -- yang secara teori akan membuat anak fokus pada hal-hal lain di dunia nyata -- Tencent juga menyebutkan bahwa mereka berencana memperkenalkan game edukasi baru. Game-game itu bertujuan untuk mengajarkan matematika dan juga sains pada anak melalui game. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.