Kisah di Balik Game Tiang Listrik, Dibikin Hanya dalam 7 jam

Patricia Vicka    •    Selasa, 21 Nov 2017 11:24 WIB
gamessetya novanto
Kisah di Balik Game Tiang Listrik, Dibikin Hanya dalam 7 jam
Game Tiang Listrik terinspirasi dari kecelakaan yang menimpa Setya Novanto.

Yogyakarta: Game Tabrak Tiang Listrik tengah ramai di dunia maya. Game ini muncul sehari setelah kejadian Ketua DPR Setya Novanto kecelakaan di daerah Permata Hijau, Jakarta Barat, Kamis 16 November 2017 malam.

Game buatan Noobzila Production ini sudah diunduh ribuan kali via Google Store. Pencipta Tiang Listrik, Frida Dwi mengaku dirinya ngebut menciptakan game ini.

Hanya dalam waktu 7 jam, pria yang tinggal di Jalan Gejayan, Catur Tunggal, Yogyakarta ini berhasil meluncurkan game kreatif itu. Ia meluncurkan Tiang Listrik pada Jumat 17 November 2017 sore.

“Saya memang sengaja cepat dikejar waktu. Mumpung momennya tepat. Kalau terlambat sedikit, nanti sudah disalip orang,” tutur pria yang akrab disapa UB ini di Yogyakarta, Senin 20 November 2017.

UB membuat game bersama rekan satu rumah produksi, Estu Galih (30). UB bertugas membuat coding, sementara Estu membuat desain visualnya. Ide awal pembuatan game ini bermula saat dirinya melihat tiang listrik menjadi trending topic di salah satu media online.

“Saya lihat trending topic tiang listrik Kamis malam jam 22.00 WIB. Waktu itu saya mikir, kok lucu yang ketabrak siapa, tiang listrik malah jadi viral. Dari situ, terpikirlah buat game tiang listrik ini,” jelas UB.

Lantas, ia segera berkordinasi dengan Estu dan ngebut membuat game tiang listrik. Pembuatan dimulai pukul 23.00 WIB sampai 03.00 WIB, kemudian lanjut setelah matahari terbit. Siangnya, sekitar jam 15.00 WIB, ia meluncurkan game uniknya itu.



UB menciptakan Tiang Listrik sesederhana mungkin. Ada sebuah mobil yang diwajibkan menabrak tiang listrik yang bergerak ke kanan dan kekiri. Sekali permainan, pemain diberi kesempatan tiga kali berupa tiga nyawa.

Jika gagal, nyawa akan berkurang. Jika berhasil, nyawa akan bertambah banyak. Lucunya saat mobil menabrak tiang listrik, akan muncul suara tanda kesakitan.

“Suara jeritan itu asli suara teman saya. Dia merekam suaranya. Lalu dikirim ke saya,” kata anak kedua dari tiga bersaudara ini sambil tertawa.

Ide uniknya ini pun disambut positif warganet. 24 jam pertama usai peluncuran, game ini sudah diunduh sekitar 80 ribu kali. Hingga kini, tiga hari usai peluncuran, Tiang listrik sudah diunduh sekitar 187 ribu kali. Bahkan saat ini, Game Tiang Listrik tercatat sebagai game peringkat pertama trending aplikasi Google dan peringkat empat top free aplikasi Google.

Tiang Listrik bukanlah game pertamanya. UB yang memang berprofesi sebagai pembuat game sudah membuat sekitar 50 game. Ia mulai membuat game sekitar tahun 2007. Usai lulus D1 dari salah satu universitas di Bali, UB memutuskan pindah ke Yogyakarta pada 2008.

Ia kemudian membuat komunitas game bernama Gamelan pada 2011. UB mengaku Tiang Listrik adalah game ke tiga yang ia buat dari topik yang sedang ramai. Sebelumnya, Noobzilla pernah membuat game Suster Ngesot dan iklan Mastin.


(MMI)