Pokemon Go

Berkendara Sambil Main Pokemon Go Sebabkan Tingkat Kecelakaan Meningkat

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 27 Nov 2017 13:50 WIB
gamespokemon go
Berkendara Sambil Main Pokemon Go Sebabkan Tingkat Kecelakaan Meningkat
Pokemon Go sebabkan jumlah kecelakaan meningkat.

Jakarta: Tahun lalu, Pokemon Go sempat menjadi sangat populer. Game itu membawa kebahagian pada para pemainnya, tapi juga korban, menurut laporan terbaru.

Laporan yang dinamai "Kematian karena Pokemon Go" itu menunjukkan akibat buruk dari game berteknologi augmented reality tersebut.

Para ahli ekonomi dari Purdue University, Mara Faccio dan John McConnell memeriksa laporan kecelakaan yang terjadi di Tippecanoe County, Indiana dalam 148 hari pertama setelah Pokemon Go diluncurkan pada Juli 2016. 

Di kawasan tersebut saja, terjadi kecelakaan yang menewaskan dua orang dan total kerugian akibat kecelakaan mencapai sekitar USD5.2 juta (Rp70,3 miliar) sampai USD25.5 juta (Rp344,6 miliar).

Menggunakan angka ini, diperkirakan, total kerugian akibat kecelakaan yang terjadi di Amerika Serikat mencapai sekitar USD2-7.3 miliar (Rp27-98,7 triliun) hanya dalam waktu beberapa bulan saja, lapor The Verge.

Laporan kecelakaan tersebut menunjukkan bahwa hanya dalam waktu 148 hari, terjadi 286 kecelakaan lebih banyak di kawasan Tippencanoe jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dari 148 kecelakaan tersebut, 134 kecelakaan terjadi di dekat Pokestop. Karena itu, bisa diputuskan bahwa Pokemon Go merupakan penyebab langsung terjadinya kecelakaan-kecelakaan tersebut. 

Dalam Pokemon Go, Anda akan menemukan Pokestop dan gym. Di Pokestop, Anda bisa mengumpulkan suplai seperti pokeball. Sementara di gym, Anda  bisa bertarung dengan pemain lain. Anda seharusnya berjalan di sekitar pokestop dan gym, tapi, banyak orang yang berbuat curang dengan mencari pokestop menggunakan mobil. 

Untuk mencegah hal ini, kreator Pokemon Go membuat bermain game dalam mobil yang bergerak dengan cepat menjadi lebih sulit. Jika Anda berada di mobil, bertarung di gym bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Meskipun begitu, Anda tetap masih bisa mengumpulkan suplai di pokestop. 

Dengan melihat data yang ada, para ahli ekonomi menyadari bahwa jumlah kecelakaan yang terjadi di sekitar pokestop lebih tinggi dari di kawasan gym. Itu mengimplikasikan bahwa kecelakaan tersebut terjadi karena orang-orang memainkan Pokemon Go sambil berkendara.

Karena itulah, para ahli ekonomi menyimpulkan bahwa Pokemon Go memiliki dampak langsung terkait meningkatnya kecelakaan. 


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.