Di Jepang, Modder Game Bisa Dipenjara 5 Tahun

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 07 Jan 2019 12:47 WIB
games
Di Jepang, Modder Game Bisa Dipenjara 5 Tahun
Modding game GTA V dengan menampilkan karakter Goku dari Dragon Ball.

Jakarta: Modding game adalah sebuah kegiatan modifikasi sebuah konten di dalam game, seperti mengubah tampilan maupun aspek atau elemen.

Karya dari kegiatan modding game disebut dengan mod dan biasanya tersedia secara gratis. Beberapa mod harus diakui membuat sebuah game lebih menarik.

Namun, tingkat kreativitas dari gamer yang patut diapresiasi tersebut ternyata secara keras dianggap hal ilegal oleh pemerintah Jepang, seperti yang dikutip dari Kotaku.

Langkah ini diambil berdasarkan kebijakan dari asosiasi perlindungan hak cipta Jepang yang bernama Association fo Copyright for Computer Software. Kegiatan dan konten modding game dianggap melanggar hukum yang melindungi persaingan tidak sehat karena mengancam bisnis industri game.

Pemerintah Jepang merasa harus ada perlindungan konten game yang beredar dari kegiatan modding, karena dapat mengganggu layanan atau bisnis perusahaan pengembang game.

Kebijakan ini muncul setelah kasus perusahaan pengembang periferal PC bernama Cyber Gadget yang menyediakan software bernama Save Editor yang bisa memodifikasi data permainan atau game yang tersimpan.

Software tersebut ternyata dimanfaatkan untuk membuat cheat atau kode curang game yang beredar. Oleh pemerintah Jepang hal ini juga termasuk tindakan ilegal karena software tersebut nantinya bisa diperdagangkan.

Pemerintah Jepang menyatakan bahwa setiap pelaku modding game atau pembuat software yang memungkinkan hal tersebut dapat diancam hukuman penjara hingga lima tahun dan denda sebesar JPY5 juta atau USD46.000 (Rp654 juta).


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.