Diumbar Celah Keamanan, Pengembang Fortnite Kesal

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 27 Aug 2018 07:57 WIB
games
Diumbar Celah Keamanan, Pengembang Fortnite Kesal
Fortnite Mobile di smartphone Samsung.

Jakarta: Game Fortnite Mobile sejak beberapa minggu lalu bisa diunduh untuk smartphone Android tanpa layanan Google Play Store.

Kini dikutip dari Mashable, Epic Games kesal atas tindakan Google baru ini yang membeberkan ke publik soal celah keamanan di game tersebut, lantaran tidak terdaftar lewat layanan Google Play Store.

Pada tanggal 15 Agustus lalu Google mengaku menemukan celah keamanan berupa aplikasi unduhan atau launcher Epic Games yang digunakan untuk mengunduh game atau update Fortnite Mobile rawan disusupi file APK palsu menyerupai game aslinya, sehingga bisa membajak smartphone yang terinfeksi.

Sejak awal, kerentanan celah keamanan ini sebetulnya sudah diprediksi. Alasannya, seluruh komponen aplikasi tersebut diunduh bukan lewat Google Play Store. Ini sama seperti saat Pokemon Go belum dirilis dan banyak pengguna Android mengunduh secara ilegal dalam bentuk file APK.

Epic Games justru kesal lantaran setelah Google mengumumkan temuannya ke publik. Padahal, dalam kebijakan Google sendiri temuan seperti lebih dulu disampaikan ke pihak pemilik aplikasi dan diberikan waktu 90 hari sebelum diumumkan ke publik.

Beruntung pihak Epic Games segera merilis patch. Sikap Google tampaknya dianggap mencoreng wajah Epic Games dan dinilai sebagai bentuk balas dendam lantaran Fortnite Mobile tidak disediakan lewat Google Play Store.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh CEO Epic Games Tim Sweeney secara terang-terangan. Pihak Google sendiri hanya menyatakan bahwa mereka hanya berusaha menjaga agar pengguna sistem operasi buatan mereka, Android, terjamin keamanannya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.