Ghost Recon Wildlands

Agen Splinter Cell Bersiap Terjun ke Bolivia

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 08 Apr 2018 16:01 WIB
gamesubisoft
Agen Splinter Cell Bersiap Terjun ke Bolivia
Sam Fisher, karakter protagonis utama Splinter Cell.

Jakarta: Masih ingat dengan franchise game Splinter Cell? Ya, game yang telah ada sejak era Symbian di ponsel Nokia tersebut akan kembali tampil, di Ghost Recon Wildlands.

Seperti yang diketahui bahwa kedua franchise tersebut berada di naungan Ubisoft. Di internet dan situs resmi Ghost Recon: Wildlands, muncul sebuah video yang menjelaskan kehadiran jagoan Splinter Cell, Sam Fisher.

Dalam video tersebut digambarkan sebuah panggilan komunikasi dari sosok dengan kode Paladin memanggil seorang agen berkode Matchwood yang tidak lain adalah Sam Fisher, agen yang terkenal dengan aksi stealth mematikan.

Paladin melaporkan bahwa Langley, basis CIA, mengamati kebocoran informasi dan Fisher ditugaskan untuk membereskannya. Tampaknya sosok yang akan menjadi target tersebut melarikan diri ke Bolivia sehingga Fisher akan ditugaskan ke negara tersebut.

Pada titik ini, kita tahu bahwa Bolivia merupakan arena permainan dalam game Ghost Recon Wildlands. Lalu masih di dialog tersebut, Fisher menyebutkan dia akan membutuhkan tenaga bantuan, dan dia menyebutkan ada teman di Bolivia dengan sebutan The Ghost.

Bagi Anda yang telah menyelesaikan jalan cerita game Ghost Recon: Wildlands pasti paham bahwa The Ghost merupakan panggilan untuk tim protagonis yang dimainkan pada game tersebut.

Belum diketahu seperti apa crossover antara Splinter Cell dan Ghost Recon Wildlands, kemungkinan besar hal itu akan muncul sebagai salah satu misi di Ghost Recon: Wildlands. Hal ini mengacu dengan crossover Predator dan game tersebut yang pernah dilakukan akhir tahun lalu.

Saat itu tim Ghost Recon: Wildlands diberikan misi memburu makhluk misterius di hutan Bolivia, yang ternyata adalah sosok Predator bersenjatakan laser dan mampu berubah menjadi mode transparan layaknya versi film Predator.

Jawabannya baru akan diberikan oleh Ubisoft pada tanggal 9 April 2018 nanti.


 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.