CODENAME: MINDVOKE, Game VR Multiplayer Pertama Buatan Indonesia

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 28 Mar 2018 10:00 WIB
gamesgame lokal
CODENAME: MINDVOKE, Game VR Multiplayer Pertama Buatan Indonesia
Gameplay CODENAME: MINDVOKE.

Jakarta: Selama ini, game virtual reality (VR) buatan lokal umumnya masih hadir dalam bentuk yang sederhana dan belum mendukung fitur multiplayer. Studio VR lokal bernama Shinta VR berhasil menciptakan game tersebut.

Shinta VR yang didirikan pada taun 2015 dan diisi talenta lokal telah mengembangkan game virtual reality multiplayer dengan nama CODENAME: MINDVOKE. Mengusung teknologi VR, game ini menyajikan permainan bergaya first person shooter.

Berdasarkan informasi yang diberikan Shinta VR, game ini mengusung seni post-modern surrealis yang dipadukan cyberpunk. Latar belakang game ini menyajikan pertarungan di alam bahah sadar manusia sehingga konsep ceritanya diklaim penuh filosofi.

Jadi pemain tidak hanya disajikan game kompetitif di dalam CODENAME: MINDVOKE, tapi juga pemandangan sebuah dunia surrealis dengan background music bergaya experimental. Oleh sebab itu, Shinta VR mengklaim mampu memberikan pengalaman game VR yang berbeda.

"CODENAME : MINDVOKE tidak hanya mengusung adu tembak, tapi juga kami akan selalu mengusung tema seni post-modern surrealis ke dalam game ini. Kami ingin membuka seoptimal mungkin potensi VR dalam mewujudkan imajinasi manusia," ungkap Co-founder Shinta VR Andes Rizky.

Akira Sou yang juga Co-founder Shinta VR juga menambahkan bahwa pihaknya berharap game ini akan bisa dimasukkan ke dalam game VR lokal pertama untuk kategori esport yang bbisa digunakan untuk kejuaraan.

Dalam situs resminya, dijelaskan bahwa game ini akan menampilkan dua tim yang akan bertarung untuk memperbutkan dominasi dengan menggunakan beragam senjata serta dalam batas waktu yang ditentukan.

Sebagai perkenalan, Shinta VR akan menggelar kompetisi game tersebut pada tanggal 3 April 2018 di What's Up Cafe yang berlokasi di Kebon Jeruk, Jakarta.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.