Baru di iOS, Fortnite Berhasil Raup Rp697 Miliar

Mohammad Mamduh    •    Senin, 07 May 2018 07:43 WIB
games
Baru di iOS, Fortnite Berhasil Raup Rp697 Miliar
Fortnite buatan Epic Games

Jakarta: Salah satu game battle royale populer Fortnite berhasil meraup Rp697 miliar sejak pertama kali meluncur pada 15 Maret lalu, menurut data yang dihimpun lembaga analisis aplikasi Sensor Tower.

Nilai ini berhasil mengalahkan PUBG, padahal Fortnite sendiri hanya tersedia untuk iOS. Fortnite adalah game gratis, dan menyediakan akses pembelian berbagai item untuk kustomisasi seperti pakaian, glider, dan emote.

Pembelian minimum senilai Rp130 ribu (setara 1.000 V-Bucks, mata uang Fortnite), tetapi gamer bisa mengeluarkan lebih jika mau. Pemain juga bisa mendapatkan V-Bucks cukup dengan bermain, hanya saja tidak akan terlalu cepat.

Saat masih dalam tahap beta, Fortnite telah berhasil mendapatkan USD1,5 juta atau sekitar Rp20 miliar. Dalam sebulan pertamanya untuk gamer iPhone dan iPad, Fortnite berhasil membawa keuntungan USD25 juta atau Rp348 miliar. Hanya perlu waktu dua minggu untuk meraih Rp697 miliar.


Grafik: Sensor Tower

Menurut Macrumors, Fortnite masih menjadi game terlaris kedua untuk kategori gratis di App Store. Epic Games sebagai pengembang dinilai berhasil membuat pemain tetap bermain dengan menghadirkan berbagai tantangan yang memberikan akses terhadap konten baru.

Mereka juga menghadirkan konten khusus yang sesuai dengan musim, dan gamer bisa mengeluarkan Rp130 ribu untuk mendapatkan berbagai item eksklusif yang hanya tersedia pada musim tersebut.

Konten musiman anyar keempat yang dirilis Fortnite dinilai memberikan kontribusi terbesar, dengan jumlah pemain yang mengeluarkan uang meningkat hingga 293 persen pada tanggal 1 Mei. Peningkatan ini empat kali lipat dibanding hari yang sama pada pekan sebelumnya.

Sensor Tower juga melihat strategi penjualan skin dan item lain yang bersifat sementara membuat para pemain rela mengeluarkan uang total Rp13 juta per hari, dan ini hanya untuk Fortnite.

Sementara pesaingnya, PUBG, belum sesukses Fortnite. Salah satu alasannya adalah strategi penjualan item yang dibuat acak, sehingga pemain bisa mendapatkan dua item yang sama.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.