Setelah Belgia, Giliran AS Periksa Game Battlefront II

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 23 Nov 2017 11:24 WIB
games
Setelah Belgia, Giliran AS Periksa Game Battlefront II
Star Wars Battlefront II bakal diperiksa oleh pemerintah AS terkait kegiatan judi

Jakarta: Permasalahan yang menimpa EA semakin memburuk. Baru-baru ini salah satu perwakilan senat dari Hawaii, Chris Lee, menganggap game Star Wars Battlefront II sebagai salah satu game "predator".

Dalam sebuah video yang diunggah di YouTube, Lee mengatakan pemerintah Amerika Serikat seharusnya melindungi anak-anak dan generasi muda dari "tindakan predator bisnis" yang kerap muncul di game online.

Lee juga menyebutkan game Battlefront II secara spesifik sebagai game yang merugikan. Ia bahkan menggambarkan game baru EA tersebut sebagai kasino dengan tema Star Wars yang didesain agar anak-anak bisa masuk ke dalam dan menghabiskan uang.

"It's a trap! (ini adalah sebuah jebakan)," ujar Lee meniru kutipan legendaris Star Wars yang diucapkan Admiral Ackbar di Episode VI: Return of The Jedi.

"Ini adalah isu penting yang harus segera ditindaklanjuti. Kita harus melindungi generasi muda yang masih di bawah umur (yang secara psikologis dan mental masih belum siap untuk kegiatan perjudian) agar tidakk terjebak di kegiatan bermain game online yang menghabiskan banyak uang serta memiliki potensi kegiatan judi."

"Kami sedang berusaha membawa isu ini ke tingkat legislatif, dan dari sana akan diputuskan apakah game ini akan diblokir atau tidak."

Sebelumnya, pemerintah Belgia sudah mengklasifikasi Battlefront II sebagai game yang memiliki sistem judi. Sistem tersebut terdapat di loot box yang sangat kontroversial. Loot box memungkinkan pemain Battlefront II mendapatkan berbagai item secara acak.

Pemain tidak akan pernah tau apa yang akan mereka dapatkan, dan loot box bisa dibeli menggunakan uang sungguhan.




(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.