Fire Emblem Heroes Bikin Nintendo Raup Rp3,5 Trilliun

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 25 Feb 2018 09:24 WIB
gamesnintendo
Fire Emblem Heroes Bikin Nintendo Raup Rp3,5 Trilliun
Deretan karakter game tactical turn-based Fire Emblem Heroes.

Jakarta: Nintendo tampaknya benar-benar berhasil kembali membangun eksistensinya di industri game. Tidak hanya lewat konsol Nintendo Switch, ini juga berlaku di segmen mobile.

Dikutip dari Android Authority, Fire Emblem Heroes menjadi game mobile tersukses dari Nintendo. Kesuksesan game ini berhasil memberikan pendapatan kepada Nintendo empat kali lebih besar dibandingkan Super Mario Run yang karakternya sudah sangat legendaris.

Fire Embelm Heroes disebutkan berhasill menghasillkan pendapatan kotor atau gross revenue mencapai USD259 juta (Rp3,5 triliun) hanya dalam waktu setahun sejak game tersebut diluncurkan. Super Mario Run sendiri mengantongi USD56 juta (Rp764 miliar).

Hal ini diprediksi karena Super Mario Run yang hadir di iOS dan Android dirilis berayar untuk mendapatkan seri lengkapnya. Berbeda dengan Fire Emblem Heroes yang bisa dimainkan gratis.

Saat dibandingkan dengan game mobile terbaru yang dirilis Nintendo, yakni Animal Crossing: Pocket Camp yang juga sama populernya, Fire Embelm Heroes terbukti masih menghasilkan jumlah pendpaatan tertinggi dalam periode yang sama 12 bulan.

Namun, membandingkannya dengan Pokémon Go, disebutkan bahwa Fire Emblem Heroes masih tidak ada apa-apanya, mengingat Pokémon Go mampu mengantongi pendapatan USD1 triliun (Rp13 triliun) dalam 12 bulan.

Firma riset Sensory Tower melaporkan bahwa Fire Emblem Heroes sngat populer di negara belahan timur. Sebanyak 60 persen pendapatan yang dikantongi berasal dari pemain asal Jepang, dan 30 persennya dari pemain di Amerika Serikat.

Beberapa minggu lalu, Nintendo baru saja mengumumkan bahwa game mobile terbarunya yakni Mario Super Kart akan hadir untuk iOS dan Android tahun depan. Hal ini membuat penasaran banyak pihak, apakah nasib game tersebut akan sama seperti Super Mario Run atau lebih sukses.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.