Menpora: Esport adalah Cabang Olahraga, Bukan Sekadar Game

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 28 Jan 2019 14:22 WIB
gamesesport
Menpora: Esport adalah Cabang Olahraga, Bukan Sekadar Game
(kiri-kanan) Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrowi.

Jakarta: Sepanjang acara pengumuman digelarnya Piala Presiden Esport 2019, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menekankan bahwa esport sama seperti cabang olahraga lainnya, bukan sekadar permainan elektronik.

"Beberapa kali ditekankan bahwa Presiden Joko Widodo melihat esport bukan sebagai game untuk kesenangan individual, makanya minta esport dikembangkan. Kami memberikan dukungan penuh, mengawal, dan difasilitasi sepenuhnya," jelas Imam.

Imam menjelaskan bahwa para atlet esport ini harus mendapatkan perhatian yang sama seperti atlet cabang olahraga lainnya. Para atlet esport yang akan menjadi perwakilan Indonesia dijanjikan mendapatkan dukungan psikolog, ahli gizi, dan lain-lain.

"Diharapkan momentum ini akan snagat dimanfaatkan untuk membuktikan bahwa merek, para atlet esport, pantas mewakili Indonesia di SEA Games 2019 di Filipina," ujar Imam. Dia juga menyatakan Indonesia menargetkan empat medali emas.

Imam menyebutkan bahwa Piala Presiden Esport 2019 juga menjadi rangkaian untuk membidik alet esport yang bakal menjadi wakil Indonesia di cabang olahraga esport yang di SEA Games 2019 yang pertama kalinya diresmikan sejajar dengan cabang olahraga lainnya.

Disinggung soal kehadiran esport di Asian Games 2018 dan rencana untuk menghadirkannya di Asian Para Games, Imam menyatakan pengembangan esport di Indonesia juga bakal didorong untuk gamer disabilitas.

"Di Asian Para Games memang belum tapi tidak menutup kemungkinan. Harapan saya di Asian Para Games 2022 di Filipina juga turut akan disertakan selain di Asian Games saja," tutur Imam.

Dia juga menyebutkan akan mendorong pihak sekolah termasuk Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Disabilitas juga akan menyertakan kurikulum atau ekskul esport untuk dimasukan ke dalamnya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.