IESPA dan Menpora Bidik Emas di Esport SEA Games 2019

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 18 Dec 2018 10:22 WIB
gamesesport
IESPA dan Menpora Bidik Emas di Esport SEA Games 2019
Ilustrasi. (Wikimedia Commons)

Jakarta: Di akhir November muncul kabar bahwa esport resmi dipertandingkan di ajang SEA Games tahun depan yang akan digelar di Filipina.

Pengumuman tersebut datang langsung dari asosiasi esport Filipina sebagai tuan rumah dan juga komite SEA Games negara tersebut. 

Terkait hal tersebut Ketua Umum IESPA Eddy Lim mengaku sangat puas dengan pemgumuman tersebut, dan menganggap sebagai satu target besar yang terwujud.

"Ya, kami sangat senang karena sejak awal itu memang harapan kami. Indonesia berkesempatan memiliki panggung yang lebih besar lagi termasuk paling dekat adalah skala Asia Tenggara," ucap Eddy.

Menurutnya Indonesia memang sudah menjadi salah satu negara peserta kompetisi esport yang sudah dikenal di dunia. Jadi esport di SEA Games akan menjadi kesempatan kedua untuk menunjukkan taringnya selain di ajang Asian Games 2018 yang sebatas eksibisi.

IESPA mengumumkan pada 4 Desember 2018 Eddy bertemu dengan Menpora Imam Nahrawi dengan keterangan bahwa mereka melakukan pembicaraan terkait hal tersebut.

"Itu kita bahas langsung ke Menpora. Dia bertanya sejauh ini modal dan pencapaian esport Tanah Air sejauh apa. Kita kasih laporan kita unggul di mana saja, kemudian Menpora bertanya kira-kira kita bisa target medali emas berapa banyak," tutur Eddy.

Dia mengatakan bahwa IESPA dan perwakilan Indonesia tentu saja mau medali emas sebanyak-banyaknya. Menpora sendiri menargetkan setidaknya dua medali emas bisa dibawa pulang perwakilan esport Indonesia di ajang SEA Games 2019.

Soal siapa yang menjadi wakil Indonesia nanti Eddy menyatakan bahwa seluruh pemain profesional wajib ikut serta dalam seleksi yang sangat ketat terlepas dari berapa banyak prestasi yang sudah dihasilkan pemain lewat masing-masing tim esport mereka.

"Kita juga punya fokus selain mencari perwakilan epsort Indonesia. Nanti kita juga harus menyiapkan regenerasi. Jadi nanti dari Menpora bersama IESPA bakal menggelar beberapa series event menuju SEA Games 2019 tujuannya juga untuk mencari menyiapkan regenerasi, salah satunya dengan mencari bakat baru di kalangan universitas,"  jelas Eddy.

Nantinya setiap pemain yang terpilih bakal mengikuti pelatihan khusus untuk kompetisi esport di SEA Games. Eddy belum mengetahui game yang akan dikompetisikan, karena belum ada pengumuman lebih lanjut.

SEA Games yang akan digelar pada 30 November sampai 10 Desember 2019 nanti di Filipina bakal menjadi SEA Games ke-30 yang dilaksanakan. Kehadiran esport di ajang olahraga Asia Tenggara ini diprediksi cukup panas, mengingat Asia Tenggara sendiri adalah pasar game dan esport yang besar. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.