Jumlah Pengguna Steam di Tiongkok Jadi Pertanda Baik

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 19 Oct 2018 17:09 WIB
gamessteam
Jumlah Pengguna Steam di Tiongkok Jadi Pertanda Baik
Game simulasi bernama Chinese Parent yang menjadi game populer di layanan Steam Tiongkok.

Jakarta: Analis dari firma Niko Partners bernama Daniel Ahmad baru ini mengabarkan bahwa basis layanan Steam di Tiongkok sudah mencapai 30 juta pengguna. Salah satu kunci keberhasilannya berasal dari game DOTA 2.

DOTA 2 merupakan game bergenre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) yang memang digandrungi di negara tersebut. Di sana, sudah ada kompetitor dengan game serupa, League of Legends garapan Riot Games di bawah naungan Tencent.

"Selain dari kepopuleran game tersebut. Pertumbuhan pengguna Steam di Tiongkok juga didukung oleh proses melokalkan konten game, menyediakan harga game sesuai dengan negara tersebut, menyediakan metode pembayaran yang mudah serta koleksi game yang lengkap yang sebelumnya diblokir pemerintah Tiongkok," jelas Daniel dikutip dari PC GAMER.

Di satu sisi hal kehadiran Steam juga dilihat Daniel sebagai alat untuk mendukung pertumbuhan studio pengembang game di Tiongkok yang belum dirangkul oleh publisher besar.

"Misalnya game berjudul The Scroll of Taiwu garapan Studio Wuxia yang hanya hadir dalam bahasan dan aksara Tiongkok, ternyata laku dan sudah dibeli 600.000 kali," imbuh Daniel.

Daniel memberikan contoh lain yakni game simulasi berjudul Chinese Parent, yang menyajikan gameplay strategi pemain sebagai orangtua untuk membesarkan anak mereka hingga berhasil masuk jenjang kuliah. Game tersebut berhasil menjadi game paling populer, padahal berasal dari studio developer game indie.

Melihat kesuksesan ini, Daniel melaporkan bahwa pemerintah setempat dalam waktu dengan akan segera merilis rekomendasi proses perizinan untuk perusahaan game dan kafe internet yang beroperasi di Tiongkok.

Sebelumnya, industri game di Tiongkok agak melesu lantaran pemerintah menghentikan sementara proses perizinan peluncuran game dengan alasan restrukturisasi badan pemerintahan Tiongkok. Hal ini sempat mempengaruhi bisnis perusahaan seperti Tencent.


(MMI)

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni
Review Smartphone

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni

4 days Ago

Advan adalah produsen smartphone¬†lokal yang bisa dibilang pejuang sejati.¬†

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.