Nintendo Switch

Konsep Nintendo Switch Dituduh Menyontek

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 07 May 2018 18:29 WIB
gamesnintendo switch
Konsep Nintendo Switch Dituduh Menyontek
Kontroler konsole Gamevice. (Touch Arcade)

Jakarta: Swicth menjadi perangkat terkini Nintendo yang berhasil melambungkan kembali perusahaan legendaris tersebut ke kancah dunia game modern. Desain Switch juga dianggap cerdas dan inovatif oleh berbagai pihak.

Meksipun begitu, ada pihak yang merasa konsep desain Switch milik Nintendo merupakan hasil mencontek. Dikutip dari Polygon, perusahaan konsol Gamevice mengajukan tuntutan kepada Nintendo karena merasa Nintendo meniru konsep konsol mereka termasuk desain controller Joy-Con.

Dilaporkan bahwa tuntutan tersebut sudah diajukan kepada International Trade Commision (ITC) atau Komisi Perdagangan Internasional Amerika Serikat. Pihak ITC telah melakukan investigasi terhadap tuntutan. mengenai "konsol game portabel dengan controller melekat."

Diketahui bahwa pada tahun 2015 Gamevice merilis handheld console yang memiliki controller yang mendukung smartphone atau tablet buatan Apple dan Samsung. Desain tersebut memang sangat mirip dengan Joy-Con milik Nintendo Switch.

Kemudian di bulan Agustus 2017 Gamevice mengajukan gugatan lagi saat Nintendo memperkenalkan Switch di akhir 2016. Meskipun begitu sejauh ini belum ada tanggapan dari Nintendo atas gugatan tersebut.

Seperti yang diketahui bahwa pada awal 2018 Nintendo Switch berhasil menyalip angka penjualan konsol PS2 di Jepang untuk periode satu tahun, sehingga membuat Nintendo Switch menjadi konsol yang lebih laku terjual selama satu tahun dibandingkan PS2 di Jepang.

Meskipun kepopuleran Nintendo Switch sudah cukup panjang, hingga saat ini pihak Nintendo mengakui belum memiliki keinginan untuk memperkenalkan seri terbaru dari Switch yang sudah diperkenalkan sejak akhir 2016. Alasannya, masih banyak yang bisa dikembangkan dari konsol tersebut.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.