Kontingen E-Sport Indonesia Akui Kurang Persiapan

Rendy Renuki H    •    Kamis, 06 Oct 2016 21:22 WIB
esport
Kontingen E-Sport Indonesia Akui Kurang Persiapan
Ilustrasi: esports.net

Metrotvnews.com, Jakarta: Kontingen esport Indonesia mengakui masih kurang persiapan pada ajang IeSF World Championship 2016, yang termasuk ke dalam bagian TAFISA (Olimpiade Olaharaga Rekreasi) 2016.

Salah satu anggota kontingen esport Indonesia, Ananda Rizky Fauzi menuturkan jika banyak kendala yang dihadapi saat persiapan sebelum mengikuti TAFISA 2016.

Ia mengatakan pihak Asosiasi Olahraga Elektronik Indonesia (IeSPA) kurang memberikan fasilitas dan perhatian kepada kontingen Indonesia. Pria yang disapa Rizky ini menuturkan, IeSPA tak memberikan fasilitas 'House Gaming' dan biaya operasional yang mencukupi.

"Kami mengalami kurang persiapan. Persiapan kami kurang matang karena waktu dan fasilitas yang kurang memadai. Kami tidak mendapat PC komputer atau laptop yang bisa digunakan untuk latihan House Gaming di apartemen," ungkap Rizki.

Menurutnya, perwakilan Indonesia telah dikumpulkan sejak 1 Oktober di Apartemen Taman Anggrek. Namun, ia mengakui kurang mendapat perhatian dari IeSPA yang menurutnya terkesan menghindar.

"Kami tidak diberikan bantuan biaya, saat itu pada tanggal 1 Oktober kami hanya dibekali uang Rp1 juta untuk seluruh akomodasi. Padalah, kami juga perlu membayar tagihan warnet untuk latihan jelang pertandingan. Jadi kami terpaksa menggunakan biaya sendiri dahulu," sambung Rizky.

Tiga game yang dipertandingkan dalam IeSF World Championship 2016 adalah League of Legend (LoL), Counter Strike: Global Offensive, dan Hearthstone.

Untuk kontingen Indonesia, CS: GO akan diwakili oleh TEAMnxl>, sedangkan Zero To Hero menjadi wakil untuk League of Legends. DouAhou adalah gamer yang mewakili tim Merah Putih untuk game Hearthstone.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.