Trump Bakal Bertemu Perwakilan Industri Game

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 02 Mar 2018 14:41 WIB
amerika serikatgamesdonald trump
Trump Bakal Bertemu Perwakilan Industri Game
Donald Trump dikabakran akan bertemu dengan perwakilan industri game. (AFP PHOTO / MANDEL NGAN)

Jakarta: Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan bertemu dengan perwakilan dari industri video game minggu depan, ungkap Sektretaris Pers Gedung Putih Sarah Huckabee.

Pengumuman ini muncul setelah terjadi penembakan di sekolah di Parkland, Florida yang memakan 17 korban meninggal. 

Pernyataan itu adalah jawaban dari pertanyaan yang diajukan Associated Press tentang mengapa presiden tidak bisa memaksa para regulator untuk "mengikuti kemauannya" soal peraturan senjata, lapor Polygon.

"Saya rasa, ini bukan tentang 'pemaksaan untuk mengikuti kemauannnya'," kata Sanders. "Ini tentang diskusi soal bagian dari regulasi yang bisa ditetapkan di masa depan. Kemarin tentunya adalah bagian penting dari itu."

Sanders mengacu pada pertemuan antara regulator dengan Presiden Trump. Dalam pertemuan itu, salah satu hal yang sang presiden ucapkan adalah dia ingin mengambil senjata dari orang-orang yang memiliki kecenderungan melakukan tindakan kekerasan daripada mengikuti prosedur pengadilan. 

Masih belum diketahui apakah game memang memiliki peran dalam penembakan yang terjadi di Parkland. Pelaku penembakan itu adalah seorang remaja 19 tahun yang dilaporkan membunyikan alarm kebakaran sebelum menembaki teman-teman sekelasnya dengan senapan.

Namun, presiden tetap menyalahkan game karena banyak game yang menunjukkan kekerasan, mengagungkan pembunuhan. 

Menariknya, Entertainment Software Association menyebutkan bahwa mereka atau anggotanya -- yang terdiri dari sebagian besar developer dan penerbit game ternama -- tidak mendapatkan undangan dari pemerintah. 

"ESA dan perusahaan yang menjadi anggota kami tidak mendapatkan undangan untuk bertemu dengan Presiden Trump," kata mereka dalam pernyataan resmi. 

ESA menyebut dirinya sebagai asosiasi dagang yang mendedikasikan diri untuk melayani kebutuhan dari perusahaan-perusahaan yang merilis game konsol dan komputer.

Salah satu tugasnya adalah melobi pemerintah AS untuk membantu para anggotanya, seperti Microsoft, Nintendo, Sony, Activision, Blizzard, Eletronic Arts, Square Enix, Ubisoft dan perusahaan-perusahaan game ternama lainnya. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.