Far Cry 5

Far Cry 5 Berusaha Gambarkan Problematika Amerika Serikat

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 13 Apr 2018 17:43 WIB
gamesubisoftFar Cry
Far Cry 5 Berusaha Gambarkan Problematika Amerika Serikat
Tampilan game Far Cry 5 yang meniru lukisan Perjamuan Terakhir karya Leonardo Da Vinci.

Jakarta: Far Cry 5 sudah rilis sejak akhir Maret lalu. Seperti yang diduga, game ini menyuguhkan sebuah cerita tentang sebuah tempat yang kacau, dan kita menjadi satu-satunya orang waras yang berusaha mengumpulkan orang waras lainnya untuk membebaskan diri.

Apabila sebelumnya Far Cry mengambil lokasi di sebuah pulau antah berantrah, kini petualangan tersebut ditarik ke Amerika Serikat, dengan mengambil sebuah kota kecil fiksi Hope County yang berada di salah satu negara bagian nyata bernama Montana.

Hope County digambarkan layaknya sebuah kota kecil yang berada di tengah belantara hutan dimana penduduknya hidup dari berburu binatang, berladang dan berternak ditambah kondisi geografis negara Montana aslinya yang sangat mencerminkan kehidupan country life ala Amerika.

Far Cry 5 menyajikan sebuah kehidupan yang menyenangkan untuk Anda jelajahi, namun letak keseruannya bukan disitu. Game ini mengajak Anda merasakan sebuah probelmatika Amerika Serikat, yakni soal kepemilikan senjata dan munculnya cult atau sebuah sekte kepercayaan baru yang tergolong sesat.



Konflik di Far Cry 5 bermulai saat sebuah keluarga yang terdiri dari Joseph Seed, Jacob Seed, John Seed serta saudari angkat mereka Faith Seed datang ke Hope County membawa sebuah sekte kepercayaan bernama Eden's Gate.

Eden's Gate meyakini bahwa kiamat semakin dekat akibat sebuah perang nuklir suatu hari dan Joseph Seed sebagai pemimpin kepercayaan dibantu saudaranya berhasil menguasai mayoritas penduduk Hope County menjadi pengikut mereka dan menguasai bahkan menutup akses keluar dan masuk Hope County.



Apabila Anda mengikuti sejarah populer Amerika Serikat tentang munculnya sekte kepercayaan baru pasti Anda sangat familier dengan konsep ini, mencipatakan sebuah desan yang tertutup dari dunia luar

Hal ini yang dilakukan oleh Joseph Seed pada Hope County, mereka membuat barikade jalan utama dan menguasai infrastruktur komunikasi, serta mempersenjatai pengikutnya sehingga pemerintahan termasuk penegak hukum lumpuh total.



Di dalamnya Joseph Seed tidak hanya menyebarkan sebuah kepercayaan tapi berusaha menciptakan pengelompokan masyarakat yang kuat dan lemah dan seperti yang diketahui hal ini secara tersirat juga mengangkat permasalah Amerika Serikat saat ini yang beranggapan bahwa warga negara Amerika Serikat sejati adalah mereka yang berkulit putih.

Perbedaannya, di Far Cry 5 Jacob Seed yang merupakan kakak dari Josep Seed sekaligus mantan tentara ditugaskan untuk memilih pengikuti yang tangguh dan lemah. Mereka yang tangguh akan dipersenjatai dan masuk ke dalam sekte sedangkan mereka yang lemah akan dihabisi.



Dipersenjatai dan senjata adalah kata kunci selanjutnya dari problematika Amerika Serikat yang dihadirkan Far Cry 5. Bayangkan, setiap penduduk di Jope County yang Anda temui memiliki senjata, bukan tidak mungkin apabila kepemilikan senjata yang diperdebatkan saat ini di Amerika Serikat suatu saat bisa mendorong kekacauan yang terjadi di Far Cry 5.

Far Cry 5 terlihat mencoba merepresentasikan era wild west. Kepemilikan senjata dan baku tembak adalah hal yang lumrah ditambah dengan permasalahan modern seperti sekte kepercayaan dan bumbu politik di dalamnya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.