Telltale Tutup, Karyawan Dipecat Tanpa Pesangon

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 26 Sep 2018 10:10 WIB
games
Telltale Tutup, Karyawan Dipecat Tanpa Pesangon
The Walking Dead adalah salah satu game Telltale.

Jakarta: Karyawan Telltale Games terkejut ketika CEO Pete Hawley mengumumkan tutupnya perusahaan dalam pertemuan dengan semua karyawan.

Salah seorang karyawan mengaku pada Kotaku bahwa mereka bekerja sampai jam 3 pagi semalam sebelumnya tanpa tahu bahwa perusahaan akan merumahkannya bersama dengan 200 karyawan lain. Telltale kini hanya memiliki 25 karyawan untuk mengembangkan proyek akhir. 

Pertemuan yang diadakan di kantor Telltale di San Rafael, California itu disebutkan mengejutkan tidak hanya karena sangat tiba-tiba, tapi juga karena para karyawan yang dipecat tidak akan mendapatkan uang pesangon.

Selain itu, asuransi mereka akan habis pada akhir bulan, hanya sembilan hari setelah para karyawan dipecat. Ketika Telltale memecat para karyawannya, mereka hanya punya waktu 30 menit untuk keluar dari kantor Telltale. 

Ketiadaan pesangon bagi karyawan Telltale yang dipecat dengan cepat menyebar di kalangan gamer dan menimbulkan rasa simpati. 

Hawley menjelaskan alasan mengapa karyawan yang dipecat tidak diberikan pesangon, yaitu karena Telltale akan tutup. Ini bukanlah usaha merampingkan perusahaan, tapi persiapan akan tutupnya perusahaan. Tapi ini tidak berarti apa-apa bagi karyawan Telltale yang dipecat. 

"Saya sering bekerja hingga larut malam dan juga bekerja pada akhir pekan untuk memastikan game bisa dirilis tepat waktu dan sekarang saya tidak dapat pesangon," tulis seorang mantan character artist Brandon Cebenka di Twitter.

"Jangan bekerja lembur kecuali jika Anda dibayar. Lindungi kesehatanmu. Perusahaan tidak peduli tentangmu."

Sementara satu mantan karyawan lain mengatakan, dia berharap dia lebih sering mengambil libur ketika dia masih punya pekerjaan.

"Satu-satunya hal yang saya inginkan saat ini adalah istirahat beberapa hari," tulisnya di Twitter. "Namun, karena kita tidak mendapatkan pesangon dan asuransi kami berakhir pada akhir bulan. Saya tidak bisa melakukan itu."

Keputusan Telltale untuk tidak memberikan pesangon dan budaya kerja yang mendorong para pegawai untuk bekerja lembur kembali menghidupkan debat dalam industri game tentang kebiasaan para pekerja untuk bekerja lembur menjelang waktu peluncuran game. 

Game Workers Unite, organisasi aktivis yang ingin menyatukan industri game, membuat sebuah surat tentang pemecatan karyawan Telltale.

"Para eksekutif Telltale tidak kompeten. Mereka mengeksploitasi para pekerjanya. Mereka tahu ini akan terjadi dan mereka tidak memeringatkan siapapun," tulis surat tersebut. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.