Review Game

FIFA 17, Saatnya Lupakan PES 2017

Mohammad Mamduh    •    Sabtu, 15 Oct 2016 06:50 WIB
review game indonesia
FIFA 17, Saatnya Lupakan PES 2017
FIFA 17

Metrotvnews.com, Jakarta: FIFA dan Pro Evolution Soccer merupakan dua franchise game sepakbola ternama. Jika diadu secara langsung, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mungkin game yang meluncur setiap tahun bisa membuat pemainnya merasa bosan.

Oleh karena itu, pihak pengembang harus menciptakan inovasi yang membuat gamer tidak hanya tertarik pada skuad pemain terkini untuk bermain game sepakbola.

Game sepakbola FIFA kembali hadir di tahun ini dengan seri terbarunya. FIFA 17 bisa dibilang sebagai sebuah revolusi, yang membawa pemain ke tingkat selanjutnya dari game simulasi sepakbola. Jika beradu langsung dengan Pro Evolution Soccer 2017, FIFA 17 memiliki keunggulan di hampir semua aspek. Apa saja kelebihan tersebut? Berikut ulasan lengkap Metrotvnews.com.



Aspek grafis harus menjadi hal yang dibicarakan pertama ketika membahas game olahraga, karena aspek inilah yang pertama kali terlihat. Saya adalah pemain game sepakbola sejak FIFA 97 dan PES 2007. Jika melihat inovasi atau fitur terbaru yang ditawarkan setiap franchise game, FIFA saat ini berada di atas angin. EA Sports menanamkan berbagai perubahan baru pada FIFA 17, termasuk pemakaian Frosbite Engine yang muncul pada game aksi Battlefield atau Mirror's Edge.

Penggunaan Frosbite Engine memang membuat tampilan  grafis FIFA 17 jauh lebih baik dan lebih detail dari Ignite Engine. Beberapa efek visual yang semakin rinci, seperti percikan hujan atau salju memiliki dampak yang lebih terasa di dalam pertandingan. Tidak sampai disitu, suasana pendukung seperti penonton, dan pelatih yang hadir di pinggir lapangan membuat suasana pertandingan lebih hidup.

Satu lagi yang biasanya diadu oleh gamer sepakbola adalah kemiripan wajah pemain dengan versi aslinya. PES 2017 memang memiliki peningkatan dari aspek ini, sayangnya ia masih kalah jauh dari FIFA 17, yang setiap serinya terus meningkatkan detail setiap pemain, baik dari gaya berlari yang khas sampai wajah yang hampir sama persis. Faktor pendukung utamanya tentu saja adalah Frostbite Engine. 



Setelah mengedepankan aspek grafis, EA Sports membenamkan beberapa fitur unik di FIFA 17, seperti mode baru The Journey. Ketimbang berfokus menciptakan skuad terbaik atau mengalahkan pemain lain, The Journey menawarkan pendekatan personal yang lebih nyata. Anda akan menemani Alex Hunter, seorang pemuda yang memulai hidupnya di sekolah sepakbola, sampai menjadi pemain bintang yang sejajar dengan Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi.

Kerjanya pun tidak hanya bertanding dan meningkatkan kemampuan, Alex juga harus berhadapan dengan masalah di dalam kehidupannya sendiri. Mode ini juga membuat FIFA 17 sangat cocok untuk mereka yang suka bermain seorang diri. Sementara itu, Mode Career dan FIFA Ultimate Team mendapatkan beberapa peneambahan fitur yang membuat pertandingan dan perjalanan karir pemain semakin kompetitif. 

Sistem kontrol memiliki beragam perubahan yang membuat saya cukup terkejut. FIFA 17 menerapkan sistem kontrol baru untuk beberapa skenario. Bukan pada kontrol dasar menggerakkan pemain, menyerang, atau bertahan, sistem kontrol baru tertanam pada saat tendangan bola mati. Ketika tendangan bebas, sepak pojok, dan tendangan penalti, pemain tidak lagi terpaku pada tombol analog dan tombol menembak.



Pada tendangan bebas setelah pelanggaran misalnya, arah tembakan kini terlihat lebih jelas melalui indikator khusus, dan sudut pandang kamera tidak akan berpindah ke belakang sang eksekutor. Konsep yang sama juga berlaku pada sepak pojok.

Sementara untuk tendangan penalti, kontrol yang ditanam lebih rumit dan menantang. Sangat mudah untuk keilangan akurasi dalam menembak, dan walaupun Anda berhasil mendapatkan arah tembakan yang diinginkan, tendangan Anda belum tentu menghasilkan daya yang tepat. Analog kanan kini memiliki peran mengubah pijakan pemain sebelum melancarkan tembakan. Hal ini memungkinkan Anda mengecoh kiper lawan dengan mengubah kaki yang dipakai untuk menendang.

FIFA 17 menurut saya hanya memiliki satu kekurangan, yaitu teknik dan sistem bertahan yang lebih sulit dari seri sebelumnya. Pihak lawan yang sedang mengolah bola memiliki ruang gerak yang lebih luas, dan bisa memanfaatkan celah yang sangat kecil ketika mengoper bola dalam kondisi terkepung. Untuk menguasai teknik bertahan, pemain perlu waktu tambahan untuk mempelajarinya, seperti memanfaatkan banyak tombol ntuk menghadang atau memotong jalur umpan. Di satu sisi, mekanisme ini membuat FIFA 17 semakin kompetitif untuk turnamen game. 


Kesimpulan

Secara keseluruhan, FIFA 17 adalah game sepakbola terbaik yang pernah ada saat ini. Beragam hal baru yang tertanam tidak dimiliki pesaingnya, dan hal ini bisa dilihat dari berbagai aspek. Selain grafis, mode permainan, dan gameplay, hal yang paling penting adalah ketersediaan lisensi pemain sepakbola itu sendiri, sehingga permainan terasa lebih nyata. Sekadar informasi, lisensi pemain dan liga klub adalah hal yang tidak dimiliki PES 2017.

Platform: PC, PlayStation 4, Xbox One
Developer: EA Sports
Publisher: EA
Tanggal Rilis: 27 September 2016
Jenis: Sport
Situs Resmi: https://www.easports.com/fifa

FIFA 17

 

9,5

  • Mode The Journey
  • Sistem kontrol baru
  • Grafis dan efek memukau
  • Teknik bertahan semakin sulit



(MMI)

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s
Review Smartphone

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s

12 hours Ago

Polytron Prime 7s hadir dengan desain tipis dan ringan serta berkesan elegan, namun didukung ba…

BERITA LAINNYA
Video /