Di Korsel, Curang Saat Main Game Bisa Dipenjara

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 16 Dec 2018 15:46 WIB
games
Di Korsel, Curang Saat Main Game Bisa Dipenjara
Ilustrasi.

Jakarta: Demi menciptakan ekosistem epsort yang positif, pemerintah legislatif di Korea Selatan sampai turun tangan. Mereka baru saja meresmikan kebijakan berisi sanksi dan hukuman bagi gamer yang bermain curang dengan metode boosting.

Dikutip dari Polygon, metode boosting tengah marak di Korea Selatan. Jadi pemain yang profesional atau ahli akan membantu meningkatkan level atau tingkat karakter sebuah akun pemain lain yang lebih rendah, baik dengan bayaran uang tunai.

Metode boosting lainnya adalah seorang pemain game yang menciptakan akun lain yang dan salah satu akun dibuat kalah dalam sebuah pertandingan, demi mendapatkan ganjaran hadiah di dalam game.

Media lokal Korea Selatan sendiri membenarkan hal tersebut, dan kebijakan ini sudah disetujui para pengembang game di sana. Dijelaskan bahwa kebijakan ini sudah diloloskan di bulan Juni tahun lalu, namun baru di revisi kembali tahun ini setelah semakin marak jasa boosting di negaranya.

Sanksi yang disiapkan berupa ancaman penjara dua tahun dan sanki KRW 20 juta atau Rp257 juta. Beberapa game populer di Korea Selatan seperti League of Legends, StarCraft, Dota 2, dan Counter Strike: Global Offensive disebut sangan mendukung kebijakan ini.

Kebijakan soal pelarangan metode boosting dianggap oleh developer game cara sehat bagi mereka untuk menjaga kualitas komunitas pemain game. Dilaporkan media setempat bahwa beberapa pemain profesional di negaranya ada yang sudah terjerat sanksi kebijakan ini.

Korea Selatan dan Tiongkok tampak tengah membentuk ekosistem esport mereka menjadi lebih baik. Di Tiongkok, pemerintahnya bekerja sama dengan pengembangan game PUBG menangkap peretas dan pembuat software untuk bermain curang, demikian juga di Korea Selatan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.