IeSF World Championship 2016 Bermasalah, IeSPA Minta Maaf

Riandanu Madi Utomo    •    Rabu, 19 Oct 2016 20:08 WIB
esport
IeSF World Championship 2016 Bermasalah, IeSPA Minta Maaf
Suasana panggung IeSF World Championship 2016 (Facebook / IeSF Page)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ajang kompetisi IeSF World Championship 2016 selesai digelar. Ajang esport internasional yang di kawasan Ancol, Jakarta, tersebut diikuti oleh 40 Negara dari anggota Federasi Esport Internasional (IESF).

Sayangnya, acara tersebut tidak berjalan lancar. Beberapa pengunjung, bahkan peserta mengeluhkan adanya berbagai kekurangan dalam penyelenggaraan event kelas internasional ini.

Menanggapi hal tersebut, Asosiasi Olahraga Elektronik Indonesia (IeSPA) memberikan pernyataan resmi. IeSPA mengaku adanya berbagai kekurangan dan kendala yang terjadi selama kompetisi berlangsung.

Masalah serius sudah muncul sejak hari pertama penyelenggaraan turnamen. Meski demikian, IeSPA mengklaim bisa mengatasi masalah tersebut dengan baik.

"Memang tidak dapat dipungkiri, ada beberapa kendala yang terjadi di awal, sehingga menghambat berjalannya acara. Tetapi kami dapat memperbaiki hal-hal tersebut dan cukup sukses mengatur ulang jadwal pertandingan sehingga secara keseluruhan turnamen dapat berjalan tepat waktu sesuai jadwal," ujar Wakil Ketua Umum IeSPA, William Tjahyadi.

Kendala yang cukup fatal diakui William terjadi di hari pertama, yaitu masalah pada koneksi internet. Masalah tersebut membuat semua jadwal pertandingan menjadi tertunda dan mundur hampir seluruhnya. Namun, permasalahan tersebut diakui William dapat diatasi oleh tim teknis IeSPA.



"Pada hari pertama, masalah terutama ada dimasalah koneksi dan Internet. Koneksi internet sempat terputus di hari pertama, sehingga jadwal pertandingan hampir mundur seluruhnya," lanjut William kepada Metrotvnews.com.

William juga mengaku adanya kekhawatiran dari peserta dan official luar negeri karena koneksi internet sempat terputus di hari pertama. Di hari selanjutnya, William mengklaim kekhawatiran tersebut sudah hilang dan berbagai pihak menyatakan cukup puas dengan IeSF World Championship 2016.

Rasa cukup puas tersebut juga dilayangkan oleh tim EON GAMING. Tim perwakilan dari Makedonia tersebut juga mengaku cukup puas dengan penyelenggaraan IeSF World Championship 2016. Namun, pihak EON GAMING mengutarakan adanya kesulitan dalam hal finansial.

Mata uang mereka sama sekali tidak bisa ditukar di penukaran uang yang ada di Ancol. Parahnya lagi, mereka juga tidak bisa mengambil uang dari jaringan ATM di Indonesia.

Karena permasalahan tersebut, anggota tim EON GAMING kesulitan untuk membeli makanan di hari pertama dan kedua, apalagi restoran dan toko di Indonesia kebanyakan tidak menerima Euro atau Dollar. Untungnya, seseorang dari mereka berhasil menukarkan mata uang mereka di bandara pada hari kedua. Ke depannya, mereka berharap panitia memberikan konsumsi yang cukup kepada para peserta.

"Kami kesulitan menukarkan mata uang yang kami miliki di Ancol. Karena hal tersebut, anggota tim kami sangat kesulitan mencari makanan di dua hari pertama. Kami berharap pihak IESF bisa memberikan konsumsi kepada para peserta ke depannya," ujar CEO EON GAMING, Ilija Strezovski, kepada Metrotvnews.com.



IeSF World Championship 2016 sendiri merupakan ajang yang sangat berharga bagi tim EON GAMING karena dari sini mereka mengaku banyak belajar mengenai kompetisi internasional. Hal yang sama juga diutarakan William. Menurutnya, ajang ini bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran tim Indonesia untuk tampil lebih baik lagi di kancah internasional.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, perwakilan Indonesia juga mengakui harus berhadapan dengan beberapa kendala, termasuk persiapan dan kurangnya dukungan dari pihak IeSPA.

Terakhir, William memahami situasi yang dialami salama penyelenggaraan IeSF World Championship 2016. Ia mengatakan IeSPA akan belajar dari berbagai kesalahan kali ini dan akan memperbaiki kesalahan tersebut di penyelenggaraan kompetisi berikutnya. William juga mengatakan IeSPA akan memastikan tidak ada pihak yang mencari keuntungan pribadi atas penyelenggaraan turnamen ini.

"Atas nama IeSPA, kami paham betul masih banyak sekali aspek yang dapat diperbaiki serta dilakukan lebih baik lagi. Memang ada banyak kabar simpang-siur yang tersebar perihal dana dan lainnya, yang dimana kami pastikan bahwa kami berusaha semaksimal mungkin dan tidak ada sama sekali mencari keuntungan pribadi," ujar William.

Sementara itu, IeSPA mengatakan akan ada lagi ajang esport yang akan hadir di Indonesia tahun depan. Pertanyaannya, apakah penyelenggaraannya akan lebih baik dari event IeSF World Championship 2016? Kita tunggu saja.


(MMI)

Sennheiser 4.20s, Terjangkau dan Nyaman
Review Headset

Sennheiser 4.20s, Terjangkau dan Nyaman

4 days Ago

Sennheiser 4.20s ditujukan untuk perangkat mobile sehingga ia memiliki desain ringkas, memudahk…

BERITA LAINNYA
Video /