Saham EA Anjlok Gara-Gara Star Wars Battlefront 2

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 30 Nov 2017 14:33 WIB
gameselectronic arts
Saham EA Anjlok Gara-Gara Star Wars Battlefront 2
Star Wars Battlefront 2 bikin saham EA anjlok

Jakarta: Nilai total saham EA dilaporkan terpangkas hingga USD3 miliar (sekitar Rp40,5 triliun) sejak awal November.

Penyebab penurunan nilai saham tersebut adalah kasus permasalahan loot box yang telah membuat popularitas Star Wars Battlefront 2 turun drastis dan membuat EA terjaring berbagai masalah termasuk dugaan adanya kegiatan judi di balik sistem loot box tersebut.

Menurut PC GAMER, harga saham EA turun sebesar 8,5 persen sejak awal bulan November kemarin. Dibandingkan dengan pesaingnya seperti Take-Two Interactive yang naik 5 persen, dan Activision yang naik 0,7 persen, kondisi EA tentu sangat tidak baik.

Nilai saham EA sempat berada di titik tertinggi untuk tahun 2017 pada bulan Oktober kemarin. Setelah Battlefront 2 dirilis, nilai sahamnya langsung anjlok drastis.

Permasalahan utama disini bukan pada game Battlefront 2 melainkan pada reaksi terhadap loot box. Gamer merasa EA telah memaksa mereka secara halus agar membeli loot box melalui sistem microtransaction.

Hal tersebut dikarenakan sistem pencapaian dan pengembangan karakter di dalam game yang sangat sulit dilakukan tanpa membeli loot box dan mendapatkan item eksklusif.

Masalah loot box juga merembet ke dugaan adanya unsur kegiatan judi dalam game. Pemerintah Belgia sudah menyatakan sistem loot box di Battlefront 2 dan Overwatch sebagai kegiatan judi sementara Inggris memiliki pendapat yang sebaliknya.

Di negara lain seperti Belanda, Australia, dan Amerika Serikat, sistem loot box juga tengah dikaji dan dikaitkan dengan kegiatan judi.

Mungkin ini adalah saatnya industri game merumuskan standar umum bagi sistem microtransaction agar bisa menguntungkan publisher, developer, dan gamer.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.