Review Game

Last Day on Earth: Survival, Kejamnya Bertahan Hidup

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 04 Oct 2017 23:37 WIB
androidgamesreview game indonesia
Last Day on Earth: Survival, Kejamnya Bertahan Hidup
Last Day on Earth: Survival dibalutan latar cerita tentang wabah zombie dan strategi bertahan hidup.

Metrotvnews, Jakarta: Tema game berlatar cerita kehidupan di muka bumi yang berantakan akibat wabah zombie sebetulnya konsep cerita yang populer. Latar cerita tersebut sudah memiliki penggemar yang cukup banyak maka tidak heran selalu saja laris manis.

Game Last Day on Earth: Survival buatan Kefir! adalah salah satu game tersebut. Pada pantauan di Google Play Store, game mobile ini diberikan rating bintang 4,6 dengan jumlah unduhan sebanyak 10 juta. Membaca nama game tersebut saja sudah bisa ditebak bahwa game ini merujuk pada cara pemain untk bertahan hidup di dunia yang kacau akibat wabah zombie.

Tidak perlu lama untuk memulai game ini, selesai mengunduh dan menjalankan game ini Anda akan langsung masuk ke dalam permainan sambil mendapatkan beberapa tutorial. Grafis gambar dan antarmuka permainan digambarkan dengan cukup detil dan bersih. Grafis yang diberikan boleh dibilang setara dengan grafis dalam game The Sims.



Mengingat permainan ini adalah tentang cara Anda bertahan hidup di tengah zombie yang kapan saja bisa menyerang, maka Anda harus memulai segalanya dari nol. Anda hanya akan menggunakan celana yang tidak memberikan nilai perlindungan karakter Anda dan tanpa senjata. Selama permainan, Anda bisa menemukan objek-objek yang bisa dirangkai untuk menjadi perlengkapan bertahan hidup.

Jujur saja, saya mengira game semacam ini hanya soal mengumpulkan objek benda seperti obat-obatan dan senjata, kemudian bertualang menghabisi zombie yang menghampiri. Rupanya, mode survival atau bertahan hidup dibuat sangat detil.

Pertama, Anda harus merakit peralatan dari objek yang ada disekitar kita, lalu perlahan Anda bisa membangun rumah dan perlengkapan lainnya seiring sumber daya atau objek benda yang ditemukan.



Kejamnya, semua yang Anda miliki hanya sementara alias tidak permanen. Bukan hanya sumber daya alam yang tersebar di seluruh medan tetapi juga peralatan kerja, senjata, bahkan pakaian Anda sendiri. Jadi pada ikon objek benda tersebut akan terdapat garis yang akan berubah menjadi warna merah sebagai tanda bahwa benda atau perlengkapan tersebut akan segera rusak dan hilang dari genggaman karakter Anda.

Seiring permainan saya baru mengetahui bahwa Anda pun harus mengingatkan karakter Anda untuk makan dan minum bahkan mandi. Makan dan minum sangat penting karena kondisi ini akan berdampak terhadap kesehatan karakter Anda. Mandi dibutuhkan agar zombie yang Anda temui di jalan tidak tiba-tba datang menyerang Anda. Sayangnya keternagan tersebut tidak ditampilkan pada antarmuka paling depan, Anda baru mengetahui ketika mengakses menu perlengkapan atau lewat notifikasi.

Nah, untuk musuhnya Last Day on Earth: Survival sadar bahwa zombie yang hanya berjalan pelan dan menyerang Anda tidak akan seru. Oleh sebab itu game ini membekali petualangan Anda dengan beragam zombie yang memiliki cara menyerang berbeda-beda, ya mirip dengan game Left 4 Dead yang juga memiliki latar cerita yang sama.



Menariknya, bertahan hidup di sini bukan berarti bahwa zombie menjadi musuh Anda satu-satunya. Pada peta permainan, Anda akan disuguhkan beberapa lokasi untuk mengumpulkan sumber daya dan objek benda untuk dirakit menjadi perlengkapan lain. Ada juga beberapa lokasi yang merupakan rumah milik pemain lain. Jadi Anda juga bisa bertarung dengan pemain lain demi mendapatkan sumber daya dan perlengkapan dalam jumlah banyak.

Cara menyerangnya sama seperti Anda menyerang zombie, cukup menekan tombol serang sebanyak dan secepat mungkin hingga salah satu dari pemain kehabisan darah. Pastikan saja bahwa senjata yang digunakan memiliki tingkat serangan yang sangat besar dan masih memiliki daya tahan yang cukup. Fatal akibatnya jika di tengah serangan rupanya senjata Anda rusak, sebab pemain harus menggunakan senjata lain dengan mengakses penyimpanan atau inventory terlebih dahulu.

Tentu saja disarankan untuk tidak mati dalam serangan zombie atau pemain lain. Anda akan hidup lagi di lokasi rumah Anda dengan kondisi tanpa perlengkapan sama sekali alias nol seperti keadaan awal. Apabila Anda ingin perlengkapan Anda sebelum mati kembali, maka Anda harus membawa karakter pergi ke lokasi terakhir karakter tersebut mati, itu juga jika tidak ada pemain lain yang mencuri duluan.

Apabila Anda sudah sampai di level tertentu maka Anda bisa bergabung dengan klan berisi pemain lain. Di sini permainan game akan terasa lebih ringan untuk hal bertahan hidup, yang perlu dikhawatirkan adalah serangan dari pemain atau klain lain yang datang menyerang rumah Anda.

Last Day on Earth: Survival cukup menarik untuk dimainkan, walaupun konsepnya tidak jauh berbeda dengan game lain. Apa yang menjadi kelebihan adalah teknik survival yang lebih variatif dan mengajak Anda mencari beberapa kemungkinan yang bisa membuat Anda bertahan hidup lebih baik. Tampilan visual juga tidak mengecewakan, dan game ini cocok untuk menemani Anda mengisi waktu luang.



Platform: Android, iOS
Developer: Kefir!
Jenis: Role-Playing, Action, Survival
Ukuran: 86MB

 

Last Day on Earth: Survival

 

8

  • Grafis sangat bagus
  • Membutuhkan strategi
  • Gameplay memuaskan
  • Konsep game tidak eksklusif



(MMI)

Video /