PlayerUnknown's Battleground

Tencent dan Kepolisian Tiongkok Kembali Jaring Cheater PUBG

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 14 Nov 2018 16:46 WIB
gamespubgtencent
Tencent dan Kepolisian Tiongkok Kembali Jaring Cheater PUBG
PUBG.

Jakarta: Kepolisian di Tiongkok memiliki tugas menarik, menangkap jaringan pelaku pengguna dan pengembang kode curang game PUBG.

Dikutip dari Technode, akun media sosial Weibo milik raksasa game di Tiongkok Tencent, pemilik lisensi game PUBG di Tiongkok, mengunggah konten terkait aksi penangkapan cheater tersebut.

Dalam unggahan, pihak Tencent menyatakan telah bekerja sama dengan kepolisian Pingyang County, Provinsi Zhejiang, untuk menelusuri jaringan distribusi penjualan software kode curang game PUBG. Hasil penelusuran membuah penangkapan terhada 34 pelaku.

Pihak Tencent mengaku menggandeng tim keamanan siber kepolisian setempat untuk menelusuri iklan di media sosial yang menawarkan software plug-in cheat PUBG yang beredar sejak bulan Mei.

Penangkapan ini bukan yang pertama kali, di bulan Mei lalu ditangkap 15 hacker pengembang kode curang game PUBG. Kemudian di bulan Juli ada 141 pemain sekaligus hacker pengembang cheat PUBG.

Tencent menjelaskan para pelaku yang tertangkap akan dikenakan sanksi denda berupa uang senilai USD5,1 juta atau sekitar Rp71 miliar. Kasus ini menjadi bukti bahwa rumor tentang bisnis program cheat yang beredar adalah benar.

Pada bulan Januari lalu sistem anti-cheat Tencent BattlEye yang digunakan pada game PUBG di Tiongkok mencatat ada lebih dari satu juta akun yang diblokir karena ketahuan menggunakan cheat. Data jumlah pemain global PUBG juga menyebutkan sekitar 46 persen pemain yang menggunakan cheat berasal dari Tiongkok.

Kerja sama antara Tencent dan tim keamanan siber kepolisian Tiongkok dikabarkan termasuk dalam kampanye pemerintah melawan penyebaran konten pornografi dan ilegal di internet.

Kepolisian keamanan siber menemukan sudah ada 30 software cheating yang ditemukan selama penelusuran.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.