Batal Berangkat ke Korsel, IeSPA: Akara Tidak Urus Visa Sejak Awal

Riandanu Madi Utomo    •    Sabtu, 11 Nov 2017 18:25 WIB
esport
Batal Berangkat ke Korsel, IeSPA: Akara Tidak Urus Visa Sejak Awal
Tim esport Akara (Facebook / AkaraCSGO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim esport Akara batal berangkat ke Busan, Korea Selatan untuk mewakili Indonesia di turnamen 9th Esport 2017 World Championship.

Tim esport yang seharusnya bertanding untuk game Counter-Strike: Global Offensive tersebut dilaporkan gagal terbang karena terkendala pengurusan visa untuk masuk ke Korea Selatan.

Pihak IeSPA sudah memberikan pernyataan resmi terkait masalah ini. Menurut IeSPA, kesalahan ada pada tim Akara yang memang tidak mengurus visanya sejak awal sehingga pada akhirnya tim asal Jakarta tersebut tidak bisa bertanding.

"Segera setelah proses kualifikasi, IeSPA langsung memulai proses keberangkatan dengan meminta manajemen tim Akara untuk mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan," tulis IeSPA pada pernyataan resminya.

Pihak IeSPA juga mengaku telah memberikan surat undangan resmi kepada tim Akara yang seharusnya bisa dijadikan sebagai dokkumen pembantu pengurusan visa. Namun, saat dihubungi pada tanggal 24 Oktober, pihak Akara mengatakan visa masih belum diurus dengan alasan mereka akan bertandiing di Manila, Filipina pada tanggal 26 hingga 30 Oktober.

Menurut kronologi IeSPA, pihak Akara sudah meyakinkan IeSPA bahwa visa akan selesai tanggal 6 November. Atas dasar tersebut, IeSPA tidak jadi menggunakan rencana cadangannya yaitu memberangkatkan BOOM.ID yang merupakan juara kedua kualifikasi 9th Esport 2017 World Championship di Indonesia. 



Tanggal 6 November, pihak IeSPA mendapat laporan visa tim Akara baru akan selesai pada tanggal 9 November karena pengajuannya dilakukan pada tanggal 1 November. Pihak IeSPA mengaku telah bernegosiasi dengan penyelenggara 9th Esport 2017 World Championship dan Akara seharusnya bisa bertanding tanggal 10 November.

Sayangnya, pihak Akara yang sebelumnya tetap ingin berangkat dikatakan tiba-tiba membatalkan untuk hadir. Komunikasi pun diklaim sudah dilakukan pihak IeSPA, namun tim Akara tetap tidak merespon.

"IeSPA menyesalkan pembatalan sepihak yang dilakukan oleh manajemen Akara dan menyesalkan kenapa mereka tidak memanfaatkan waktu antara tanggal 12 hingga 25 Oktober untuk memproses visa. Waktu tersebut lebih dari cukup untuk mendapatkan visa Korea sebelum bertanding di Manila," lanjut IeSPA.

Sebaliknya, pihak Akara menuding IeSPA tidak membantu dalam pengurusan visa. Melalui halaman Facebook resminya, Akara mengatakan pengurusan visa untuk masuk ke Korea Selatan tidak dikerjakan dengan sungguh-sungguh oleh IeSPA.



"Kami menganggap bahwa ada pembiaran IeSPA terhadap tim Akara yang akan berangkat, semestinya sudah seharusnya urusan administrasi dan transportasi diurus pihak IeSPA," ujar pihak Akara, via halaman Facebook resmi.

Tidak sampai disitu, pihak Akara mengatakan akan memproses masalah ini lebih lanjut dan melayangkan surat ke Kemenpora.

"Kami juga tidak terima atas pernyataan Eddi Lim di Media, Karna itu Akara akan melaporkannya kepada pihak berwajib dalam waktu dekat," jelas Akara.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.