Sering Terjadi Penembakan Massal di AS, Trump Salahkan Game

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 23 Feb 2018 13:14 WIB
penembakan asgamesdonald trump
Sering Terjadi Penembakan Massal di AS, Trump Salahkan Game
Ilustrasi.

Jakarta: Membahas soal penembakan massal yang sering terjadi di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump mengimplikasikan bahwa film dan game bertema kekerasan merupakan salah satu penyebab dari masalah tersebut. 

"Kita harus melakukan sesuatu tentang apa yang mereka lihat dan bagaimana mereka melihatnya dan juga, game," kata Trump dalam diskusi tentang keamanan sekolah di Gedung Putih.

"Saya semakin sering mendengar tingkat kekerasan di game mengubah pemikiran generasi muda."

Menurut laporan Polygon, Trump bukanlah satu-satunya politikus yang membawa argumentasi lama soal game dan film setelah terjadi penembakan massal di SMA Marjory Stoneman Douglas di Florida, AS. Dalam kejadian tersebut, ada 14 murid dan 3 staf yang tewas.

Dua hari setelah tragedi tersebut, Gubernur Kentucky, Matt Bevin telah diwawancarai beberapa kali. Dalam wawancara tersebut, dia menyebutkan bahwa game yang penuh kekerasan merupakan salah satu alasan terjadinya penembakan. 

"Ada game yang memang ditujukan untuk pemain dewasa, tapi anak-anak juga memainkannya dan semua orang tahu itu dan tidak ada yang bisa mencegah anak-anak memainkan game itu, yang memuji tindakan pembunuhan," kata Bevin dalam sebuah wawancara dengan radio. 

Sementara itu, generasi muda telah membantah argumen ini setiap kali ia digunakan. Korban yang selamat dalam penembakan Stoneman Douglas mulai aktif sebagai aktivis dengan tujuan mendorong peraturan kepemiliki senjata api yang lebih ketat. Setelah komentar Trump, CNN mewawancara seorang murid di Stoneman Douglas. 
 
"Itu adalah alasan yang menyedihkan dari presiden," kata Chris Grady, remaja berumur 19 tahun.

"Saya juga bermain game -- seperti Call of Duty dan game-game first-person shooter lain -- dan saya tidak akan pernah ingin membunuh teman-teman saya. Jadi, itu, itu alasan konyol."


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.