IeSF Akhirnya Angkat Bicara Soal Akara

Riandanu Madi Utomo    •    Rabu, 22 Nov 2017 22:26 WIB
esport
IeSF Akhirnya Angkat Bicara Soal Akara
Tim esport Akara (Facebook / AkaraCSGO)

Jakarta: Beberapa waktu yang lalu tim esport Akara berseteru dengan Asosiasi esport Indonesia (IeSPA). Penyebabnya adalah batalnya tim Akara berangkat ke turnamen 9th Esport 2017 World Championship yang diadakan di Busan, Korea Selatan.

Tim esport yang seharusnya bertanding untuk game Counter-Strike: Global Offensive tersebut gagal terbang karena terkendala pengurusan visa untuk masuk ke Korea Selatan.

Pihak IeSPA sudah memberikan pernyataan resmi terkait masalah ini. Menurut IeSPA, kesalahan ada pada tim Akara yang memang tidak mengurus visanya sejak awal, sehingga pada akhirnya tim asal Jakarta tersebut tidak bisa bertanding.

Sebaliknya, pihak Akara menuding IeSPA tidak membantu dalam pengurusan visa. Melalui halaman Facebook resminya, Akara mengatakan pengurusan visa untuk masuk ke Korea Selatan tidak dikerjakan dengan sungguh-sungguh oleh IeSPA.

Akara bahkan akan memproses masalah ini lebih lanjut dan melayangkan surat ke Kemenpora. Saat dimintai konfirmasi langsung soal ini, Akara tidak memberikan balasan.

Permasalahan tersebut membuat Asosiasi Esport Internasional (IeSF) angkat bicara. Pihak IeSF mengatakan telah mengetahui masalah tersebut dan mengatakan jika kesalahan memang terjadi di sisi tim esport Akara. 

Sesuai dengan pernyataan IeSPA, pihak IeSF juga mengatakan Akara tidak bisa mengurus visa masuk Korea Selatan tepat pada waktunya. Padahal IeSF dan IeSPA sudah membantu dan merekomendasikan visa mereka agar segera diterbitkan, namun uasaha tersebut gagal karena Akara terlambat mengajukan permohonan visa.



IeSF juga sangat kecewa dengan Akara yang terlambat mengurus visa, padahal dokumen pendukung sudah diberikan jauh sebelum mereka mendaftarkan pengurusan visa yaitu pada tanggal 1 November 2017, atau 6 hari sebelum ajang 9th Esport 2017 World Championship digelar.

"Ya, saya mengetahui masalah tersebut dan pada dasarnya itu semua karena kesalahan para pemainnya (tim Akara)," ujar Secretary General IeSF Alex Lim saat dihubungi oleh Metrotvnews.com.

"IeSF dan IeSPA sudah berusaha menghubungi pihak keduataan agar proses visa bisa dipercepat, namun visa tetap tidak bisa segera terbit karena mereka (Akara) terlambat memprosesnya."

Kekecewaan juga disampaikan oleh Lim. Ia mengatakan pihak IeSF sudah mempersiapkan semuanya, mulai dari tiket pesawat, akomodasi, hingga bantuan untuk pengurusan visa. Namun, karena tindakan Akara yang dinilai tidak profesional, semua yang telah dikerjakan IeSF menjadi sia-sia.

IeSF juga mengetahui Akara bakal melaporkan IeSPA ke Kemenpora. Karena kesalahan bukan terdapat di IeSPA, maka IeSF akan melakukan berbagai tindakan untuk membela IeSPA.

"Saya juga mengetahui kalau tim tersebut (Akara) akan melaporkan IeSPA. Jika masalah semakin serius, maka kami akan membantu melindungi IeSPA karena kami tahu tim tersebut yang berada di posisi salah," tegas Lim.


(MMI)

Honor 10, Saat Tampilan dan Fitur Premium Jadi Satu
Review Smartphone

Honor 10, Saat Tampilan dan Fitur Premium Jadi Satu

2 weeks Ago

Honor 10 menjadi smartphone flagship pertama Honor yang diboyong ke Indonesia.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.