Assassin's Creed: Origins

Ingin Bermain Senyap di Assassin's Creed: Origins? Begini Caranya

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 31 Oct 2017 23:20 WIB
gamesubisoftassassin creed
Ingin Bermain Senyap di Assassin's Creed: Origins? Begini Caranya
Anda bisa bermain sebagai pembunuh senyap dan mematikan di Assassin's Creed: Origins

Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah ditunggu selama kurang lebih dua tahun, game Assassin's Creed terbaru, yaitu Assassin's Creed: Origins dirilis. Ubisoft memang menjanjikan banyak perubahan di Assassin's Creed: Origins, salah satunya adalah perubahan jenis gameplay dan mekanisnya menjadi sebuah game RPG dan hal tersebut membuat saya khawatir.

Mengapa menjadi game RPG membuat saya khawatir? Karena formula RPG memungkinkan musuh tidak bisa mati meski Anda sudah menusuknya dengan hidden blade dari belakang. Ini membuat saya khawatir tidak bisa bermain secara taktis di game ini, karena bagi saya inti dari game Assassin's Creed adalah membunuh secara senyap.

Untungnya, Ubisoft masih mengerti kebutuhan pemain yang ingin bermain secara senyap. Ya, Anda masih bisa membunuh musuh dengan sekali serang secara diam-diam, namun ada syaratnya. Setelah bermain sekitar 16 jam, berikut adalah tips jika Anda ingin bermain senyap di Assassin's Creed: Origins.

1. Level up

Tidak seperti pendahulunya, kini karakter yang Anda mainkan di Assassin's Creed: Origins, yaitu Bayek, memiliki level. Sistem naik levelnya sama seperti game RPG pada umumnya. Anda harus mengumpulkan sejumlah poin Exp untuk naik level. Poin tersebut bisa didapatkan dari banyak cara, seperti quest atau membunuh musuh.



Memastikan level berada di atas rata-rata musuh sangat penting jika Anda memang ingin bermain secara senyap. Jika level Anda lebih kecil, musuh akan lebih tahan terhadap serangan Anda sehingga tidak bisa ditumbangkan dengan sekali serang.

2. Fokus ke penggunaan panah

Panah kembali hadir sebagai senjata utama di Assassin's Creed: Origins. Menariknya, ada beragam jenis panah yang bisa Anda gunakan dan masing-masing memiliki sifat yang berbeda. Pilihan yang tepat untuk Predator Bow. Panah tersebut memungkinkan Anda untuk mengontrol anak panahnya ketika dilepaskan dari busur sehingga kemungkinan untuk mengenai sasaran sangat tinggi.



Tidak hanya itu, Predator Bow juga memiliki jarak yang tergolong sangat jauh dan mudah untuk mendapatkan headshoot. Dengan demikian, meski Anda meleset posisi Anda bakal sulit diuketahui sebab jarak tembaknya sangat jauh.

3. Fokus ke skill Hunter

Sama seperti kebanyakan game RPG lainnya, di Assassin's Creed: Origins Anda juga bisa memilih skill melalui sistem skill tree. Ada tiga cabang skill utama di Assassin's Creed: Origins, yaitu Warrior, Seer, dan Hunter. 



Jika Anda ingin bermain secara senyap, fokuskan penggunaan skill point ke cabang Hunter karena sebagian besar kemampuan membunuh secara senyap didapat dari cabang skill tersebut. Anda juga bisa sedikit menyeimbangkan skill ke arah cabang Warrior dan Seer karena di dalam game ini Anda tidak bisa selamanya bersembunyi.

4. Perhatikan equipment dan senjata

Assassin's Creed: Origins kini tampil sebagai game yang lebih kompleks dari seri sebelumnya. Dalam game ini Anda akan dihadapkan dengan banyak pilihan senjata dan equipment yang memiliki atribut khusus.



Untuk gaya bermain senyap, saya sarankan untuk menggunakan senjata dengan atribut Stealth Damage di panah. Selain itu, jangan lupa untuk selalu men-upgrade Quiver, Hidden Blade, dan Stabilizer Glove agar serangan Anda lebih mematikan.

5. Manfaatkan Senu seoptimal mungkin

Di Assassin's Creed: Origins, Bayek diceritakan memiliki peliharaan berupa burung elang bernama Senu. Menariknya, Senu bisa digunakan layaknya drone. Ia bisa mengintai berbagai tempat, mengetahui posisi musuh, bahkan mencari target dan resource.



Memanfaatkan Senu seperti drone di Ghost Recon: Wildlands akan membuat Anda memiliki informasi lebih baik dari musuh. Anda juga bisa memprediksi rute gerak musuh melalui kemampuan khusus Senu.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.