Acer Predator League 2018

Lolos ke Final, BOOM.ID Siap Balas Dendam ke Geek Fam

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 21 Jan 2018 17:07 WIB
gamesaceresportacer predator league 2018
Lolos ke Final, BOOM.ID Siap Balas Dendam ke Geek Fam
BOOM.ID, wakil Indonesia di Grand Final APAC (Asia Pacific) Predator League 2018.

Jakarta: BOOM.ID bersiap untuk balas dendam dengan Geek Fam (Malaysia), setelah berhasil menang di Losers Bracket APAC (Asia Pacific) Predator League 2018.

Pada hari kedua turnamen yang digelar kemarin, 20 Januari 2018, BOOM.ID berhasil terus berjuara hingga babak Semifinal setelah bertarung di ronde kedua melawan perwakilan Singapura, Ten Twenty.

Setelah dibuat terjungkal ke Losers bracket dan Malaysia melenggang langsung ke Final. Tadi siang BOOM.ID bertarung kembali untuk lolos dari Losers bracket dan mendapatkan kesempatan terakhir masuk ke babak Final yang digelar malam ini di Mall Taman Anggrek, Jakarta.

Dalam pertarungan tersebut, BOOM.ID melawan Quid Pro Quo (QPQ) dari Filipina. Pertarungan DOTA 2 tersebut cukup sengit, dan BOOM.ID berhasil membalikkan skor selama permainan berlangsung.

Beberapa kali BOOM.ID kecolongan saat karakter mereka berhadapan di beberapa titik tower dengan pemain dari QPQ. Namun, kekompakkan BOOM.ID sangat sangat solid ketika perlahan-lahan mereka mulai berhasil mencapai basis QPQ.

Menjelang serangan yang dilancarkan di tower basis QPQ, BOOM.ID selalu melakukan serangan bersama-sama sehingga pemain dari QPQ sulit memukul balik. Alhasil pertarungan sengit tersebut berakhir dengan skor 2-1 dimenangi oleh BOOM.ID.

BOOM.ID berhasil memproleh tiket babak Final sekaligus bertemu lagi dengan Geek Fam untuk membalaskan kekalahan mereka di laga Semifinal kemarin. Bagi Anda yang ingin menyaksikan bisa berkunjung langsung ke Mall Taman Anggrek Jakarta atau secara streaming di situs Predator League 2018.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.