Trump akan Bertemu Perwakilan Industri Game Minggu Ini

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 06 Mar 2018 16:48 WIB
amerika serikatgamesdonald trump
Trump akan Bertemu Perwakilan Industri Game Minggu Ini
Presiden AS akan bertemu dengan perwakilan industri game. (AFP PHOTO / MANDEL NGAN)

Jakarta: ESA (Entertainment Software Association/Asosiasi Software Hiburan), organisasi di  industri game yang membawahi perusahaan-perusahaan pembuat game, mengonfirmasi bahwa mereka akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump minggu ini, lapor Rolling Stones.

Dalam pertemuan tersebut, dua topik yang akan dibahas adalah game bertema kekerasan dan juga kekerasan dalam dunia nyata. Kemungkinan, pertemuan yang akan diadakan pada 9 Maret itu akan dihadiri oleh perwakilan dari perusahaan penerbit dan pengembang game ternama. 

The Verge melaporkan, ESA akan berusaha untuk meyakinkan presiden bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan hubungan antara game dengan kekerasan di dunia nyata.

Tim ESA yang datang akan menyertakan perwakilan dari Electronic Arts, Microsoft, Nintendo, Sony, Take-Two Interactive, Warner Bros. Entertainment, Ubisoft dan lain sebagainya. Saat ini, masih belum diketahui perusahaan mana saja yang akan mengirimkan perwakilannya ke Gedung Putih. 

Minggu lalu, Sektretaris Media Gedung Putih, Sarah Huckabee mengagetkan komunitas game ketika dia berkata, Trump berencana bertemu dengan perusahaan-perusahaan game membahas tentang hubungan antara bermain game bertema kekerasan dengan kekerasan di dunia nyata. 

Memang, Trump tidak secara tegas mengatakan bahwa dia percaya, game atau media lain mendorong orang-orang untuk melakukan tindakan kriminal seperti melakukan penembakan di sekolah. Namun, dia menyebutkan bahwa game memiliki peran dalam "membentuk cara pikir generasi muda."

Dalam sebuah pernyataan resmi, ESA mengonfirmasi bahwa mereka memang akan bertemu dengan presiden Trump. Pernyataan resmi itu juga menegaskan posisi ESA terkait pengaruh game dalam tindakan kekerasan di dunia nyata. 

"Video game dinikmati di seluruh dunia dan banyak pihak ternama yang melakukan studi yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara game dengan kekerasan di dunia nyata," kata ESA.

"Sama seperti semua warga AS, kami sangat khawatir dengan tingkat kekerasan menggunakan senjata api di AS. 

"Game jelas bukan masalahnya: hiburan ini didistribusikan dan dikonsumsi di seluruh dunia, tapi AS memiliki tingkat kekerasan terkait senjata api jauh lebih tinggi dari negara lain.

Pertemuan dengan Gedung Putih, yang akan ESA hadiri, memberikan kesempatan dibukanya diskusi berdasarkan fakta tentang rating game, komitmen industri kami pada orangtua dan berbagai alat yang kami sediakan untuk memungkinkan orang-orang membuat keputusan yang cerdas."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.