EVOS Tersungkur, Taiwan Jadi Juara AOV International Champonship 2017

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 28 Nov 2017 10:08 WIB
gamesesport
EVOS Tersungkur, Taiwan Jadi Juara AOV International Champonship 2017
Tim asal Taiwan berhasil jadi juara turnamen AIC 2017 (foto: istimewa)

Jakarta: Tim SMG dari Taiwan berhasil menjuarai turnamen AOV International Champonship (AIC) 2017 yang dilangsungkan pada 23 hingga 26 November 2017 di Seoul, Korea Selatan.

AIC 2017 diikuti 12 tim dari 5 negara untuk memperebutkan total hadiah uang tunai sebesar USD500.000 (sekitar Rp6,7 miliar). Pihak Garena sebagai penyelenggara mengklaim turnamen tersebut sebagai turnamen esport mobile dengan hadiah terbesar di dunia.

Dari hasil penyisihan grup yang berlansung pada tanggal 23-24 November, empat tim berhasil lolos ke babak perempat final yaitu Team CL (Korea Selatan) dan Pro Army (Vietnam) dari grup A, serta Alpha Red (Thailand) dan S.T. (Taiwan) dari grup B. 

Keempat tim tersebut kemudian bertemu dengan empat tim lain yang sudah langsung melaju ke perempat final yaitu tim Olympus (Korea Selatan), GameTV (Vietnam), Monori Bacon (Thailand), dan SMG (Taiwan). Babak perempat final sendiri dilangsungkan pada tanggal 25 November.



Di babak final, tim SMG berhasil mengalahkan lawannya dengan skor 4-1. Hasil tersebut membuat tim asal Taiwan ini merebut gelar juara pertama AIC 2017 dan membawa pulang hadiah sebesar USD200.000 (sekitar Rp2,7 miliar).

Bagaimana dengan Indonesia?

Sayanganya, tim EVOS yang menjadi perwakilan Indonesia kali ini kalah pada babak perebutan perempat final. Tim EVOS bergabung ke dalam grup A bersama dengan tim CL, tim MVP asal Korea Selatan, dan tim Pro Army asal Vietnam.

Pada babak penyisihan grup A yang dilangsungkan di hari pertama, tim EVOS kalah dari tim Team CL dan Tim MVP sehingga tidak bisa melaju ke babak berikutnya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.