Dua Karyawan Riot Games Keluar Gara-Gara Budaya Seksis?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 10 Sep 2018 12:12 WIB
games
Dua Karyawan Riot Games Keluar Gara-Gara Budaya Seksis?
Developer League of Legends diduga memiliki budaya seksis.

Jakarta: Riot Games diduga memiliki budaya perusahaan yang tidak sehat. Minggu lalu, dua pegawai perusahaan keluar tanpa alasan yang jelas. 

System Designer, Daniel Klein dan Communications Associate, Mattias Lehman -- keduanya sangat mendukung keberagaman gender di Riot -- kini tidak lagi bekerja di Riot setelah munculnya kontroversi terkait acara di PAX West. 

Bulan lalu, Kotaku membuat artikel investigasi tentang budaya perusahaan di Riot Games, developer dari game League of Legends. Lebih dari 20 puluh pegawai dan mantan karyawan menyebutkan budaya Riot yang secara terang-terangan mendiskriminasikan wanita.

Karyawan wanita Riot sering digoda, omongannya tidak dipedulikan, dihina di depan umum dan tidak dianggap untuk kenaikan jabatannya. Alasannya karena budaya Riot yang fokus pada komunitas yang mereka sebut sebagai "core gamers". 

Dalam beberapa minggu belakangan, Riot Games berusaha untuk memperbaiki budaya persuahaan mereka. Pada Agustus, mereka merilis rencana mereka untuk merealisasikan hal itu.

Akhir pekan lalu, mereka mengadakan diskusi di PAX West yang bertujuan untuk mendorong wanita untuk masuk dalam industri game. 

Dalam acara PAX West, Riot menawarkan untuk memberikan masukan resume pada pengunjung dan juga memamerkan tentang produksi game, penulisan naratif juga cosplay.

Mengingat Riot berusaha untuk fokus pada wanita, pria tidak boleh masuk dalam acara itu. Dan hal ini membuat komunitas online League of Legends marah. Beberapa fans League menyebutkan acara itu sebagai "seksis" karena tidak menyertakan pria. 

Narasumber Kotaku menyebutkan bahwa Riot meminta para karyawannya untuk tidak merespons kontroversi itu di depan umum. Namun, Klein dan Lehman mengacuhkan permintaan perusahaan.

Klein menyebutkan bahwa diskusi di forum online terkait acara di PAX penuh dengan pria yang tidak dewasa. Di Twitter, dia mencoba menjelaskan bahwa seksisme terhadap pria tidak masuk akal karena definisi seksisme adalah diskriminasi terhadap gender minoritas. Ini membuat Klein mendapatkan pesan penuh kemarahan dari para pemain LoL.

Riot enggan berkomentar mengapa Klein dan Lehman tidak lagi bekerja untuk mereka. Meskipun begitu, dalam sebuah kicauan tentang dukungan mereka akan acara di PAX, Riox memberikan penjelasan. 

"Terkait pembahasn ini, kami perlu menekankan bahwa tidak peduli seberapa panas sebuah diskusi, kami berharap Rioter tetap menghormati orang lain," kata Riot. Mereka juga menyebutkan bahwa mereka adalah perusahaan yang "mengutamakan pemain."

Tujuh pegawai dan mantan karyawan Riot percaya, keluarnya Klein dan Lehman dari perusahaan ada hubungannya dengan respons masyarakat terkait kontroversi dalam diskusi di PAX.

Kepada The Verge, Klein mengonfirmasi bahwa dia "dipecat karena melanggar peraturan media sosial perusahaan."

Riot berjanji bahwa mereka akan memperbaiki budaya perusahaan. Pada saat yang sama, dua orang yang mendukung kesetaraan gender di perusahaan justru keluar.

Meskipun begitu, juru bicara Riot mengatakan bahwa keluarnya Klein dan Lehman tidak ada hubungannya dengan usaha mereka untuk mengubah budaya perusahaan. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.