Orang Makin Suka Main Game Midcore di Android

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 24 Dec 2018 15:06 WIB
games
Orang Makin Suka Main Game Midcore di Android
AppFlyer merilis laporan tertajuk Status Pemasaran Aplikasi Game sepanjang tahun 2018.

Jakarta: AppFlyer merilis laporan tertajuk Status Pemasaran Aplikasi Game sepanjang tahun 2018. Targetnya untuk membantu merek dan bisnis agar lebih memahami tren game konsumen di kawasan seperti Asia.

Pada laporan ini, kecanggihan aplikasi game seluler menunjukan bahwa semakin banyak smartphone canggih dan terjangkau, memungkinkan perangkat memainkan game Midcore dan Strategy. Hal ini memungkinkan studio mengembangkan genre game lebih lanjut.

Game genre game Midcore & Strategy dilaporkan telah mencapai pangsa pasar unduhan game sebesar 60 persen. Sedangkan game Hyper Casual pick and play dilaporkan mengalami peningkatan unduh sebesar 3,5 kali pada tahun 2018.

Sayangnya, peningkatan tersebut tidak banyak membantu dan hanya mampu mengklaim sebesar lebih dari lima persen dari unduhan game secara keseluruhan. Angka ini diperkirakan akan bertambah pada tahun 2019 mendatang.

Sementara itu, game kasual sebelumnya dilaporkan tetap menjadi genre terpopuler, dengan pangsa pasar sekitar 30 persen. Tiongkok disebut sebagai pasar game terbesar di dunia dengan jumlah pemain game seluler sebanyak 573 juta.

Pemain game seluler di Tiongkok ini diperkirakan akan menghasilkan pendapatan sekitar USD23 miliar (Rp334,7 triliun) pada tahun 2018. Iklan juga dilaporkan berkontribusi sebanyak lebih dari 50 persen pendapatan dalam sejumlah genre game.

Pemain game juga dilaporkan memiiki peluang bertumbuh untuk menjadi pengguna berbayar 3,5 kali lebih besar di negara maju jika dibandingkan dengan pasar berkembang. Untuk pasar Indonesia, sebesar 62 persen iklan di Indonesia didominasi oleh game Midcore & Strategy.

Pengguna Android di Indonesia membayarkan biaya sebesar USD0,25 (Rp3.638) untuk game Midcore & Strategy, sedangkan pengguna Apple membayarkan sebesar USD0,43 (Rp6.258).

Sementara itu, tingkat retensi pengguna rata-rata di hari ke-30 di negara maju seperti Jepang, Jerman, Amerika Serikat dan Inggris dilaporkan dua kali lipat lebih tinggi dari Indonesia.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.