Acer Predator League 2018

8 Negara Siap Bertarung di Grand Final APAC Predator League 2018

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 19 Jan 2018 13:23 WIB
gamesaceresportacer predator league 2018
8 Negara Siap Bertarung di Grand Final APAC Predator League 2018
Presiden Acer Pan Asia PAasifik Andrew Hou dan Presiden Direktur Acer Indonesia Herbet Ang membuka Grand Final APAC (Asia Pacific) Predator League.

Jakarta: Grand Final turnamen esport APAC (Asia Pacific) Predator League resmi digelar. Bertempat di Mall Taman Anggrek, Jakarta, akhir dari turnamen yang sudah dimulai sejak Oktober lalu mencapai laga akhirnya.

Dalam laga grand final ini, ada 8 tim yang akan bertanding mewakili 8 negara. Boom.ID (Indonesia), Signify (India), Geek Fam (Malaysia), Alpha Red (Thailand), Azure eSport (Hong Kong), Ten Twenty (Singapura), Quod Pro Quo (Filipina), dan We Say No! (Sri Lanka).

Turnamen yang akan memperebutkan total hadiah USD150.000 (Rp2 miliar) dan game DOTA 2 tersebut menjadi ajang esport internasional pertama Acer. Meskipun terlambat, President Acer APAC Andrew Hou menuturkan bahwa responsnya sangat bagus.

"Kami mengakui bahwa kami sedikit terlambat dalam terjun ke industri gaming, tapi momennya masih sangat pas. Kehadiran kami juga sangat penting untuk memeprkuat ekosistem esport di kawasan Asia Pasifik," ungkap Andrew.

Tidak menyebutkan angka secara detil, Andrew mengatakan bisnis Acer bertumbuh 20 persen tahun lalu lewat kontribusi industri perangkat gaming. Pemilihan Indonesia sebagai tuan rumah ajang pertama Acer ini disebut berasal dari niat keras Presiden Direktrur Acer Indonesia Herbert Ang.

Saat ditanya alasannya mengusung game DOTA 2 dalam ajang pertama mereka, Andrew menyebutkan hal ini berdasarkan pertimbangan game yang paling populer di region Asia Pasifik.

"Tahun depan kemungkinan besar kami akan mengusung 2 judul game yang dijadikan turnamen, kita lihat nanti game apa. Di 2019 Acer berenca melanjutkan turnamen Predator League tapi dengan jumlah negara peserta lebih banyak, dan Thailand akan menjadi tuan rumah Acer Predator League 2019," beber Andrew.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.