Ubisoft Manfaatkan AI untuk Hapus Bug di Game

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 05 Mar 2018 17:21 WIB
gamesubisoft
Ubisoft Manfaatkan AI untuk Hapus Bug di Game
Game Far Cry 5 yang akan dirilis Ubisoft pada akhir bulan ini.

Jakarta: Masih ingat dengan game Assassin's Creed: Unity karya Ubisoft yang dirilis penuh bug? Hal ini menjadi pelajaran serius bagi Ubisoft yang tampaknya tidak akan diulangi pada game terbarunya nanti, Far Cry 5.

Setelah bulan Desember lalu Ubisoft mengumumkan tengah mengembangkan teknologi AI atau kecerdasan untuk membantu pengembangan game lewat proyek La Forge. Kini kita mendapatkan informasi mengenai teknologi tersebut bekerja.

Teknologi AI bernama Commit Assisstant tersebut dijelaskan Ubisoft akan mempelajari susunan kode di dalam sebuah game sebelum dirilis, tujuannya untuk mengenali bagian kode atau bahasa pemrograman yang salah atau berkemungkinan menjadi bug.

Secara otomatis AI Commit Assisstant akan memperbaikan susunan kode yang salah. Tentu saja hal ini berarti akan sedikit bersaing dengan ketelitian dan kemampuan profesi seorang developer game.

Namun, Head of R&D Division Ubisoft Yves Jacquier yang memimpin proyek La Forge menuturkan bahwa teknologi AI ini tidak akan semata-mata menggeser pekerjaan developer melainkan hanya sebagai alat bantu.



"Kami menyadari mungkin ada beberapa developer yan tidak mau kesalahan dan pekerjaannya didikte oleh teknologi AI jadi kami menganggap Commit Assisstant sebagai sebuah alat. Developer kami bebas menggunakannya," ungkap Jacquier.

Jacquier mengingatkan, di satu sisi teknologi Commit Assisstant sangat membantu perusahaan termasuk personil developer menghemat biaya dan waktu yang terbuang untuk pengecekan dan perbaikan bug yang ditemukan pada sebuah game.

Tentu saja, implementasi teknologi ini tidak terdengar semudah penggunaannya. Jacquier menuturkan bahwa timnya harus memasukkan catatan coding dan pemrograman Ubisoft selama 10 tahun untuk membuat AI Commit Assisstant cerdas. 

Semakin cerdas teknologi tersebut artinya masih dibutuhkan lebih banyak pasokan atau konsumsi tenaga. Commit Assistant masih dalam tahap awal, meskipun diakui Jacquier teknologi ini sudah diterapkan pada game terbaru yang akan dirilis Ubisoft yaitu Far Cry 5.

Jacquier juga membeberkan bahw teknologi AI tersebut juga akan dikembangkan ke dalam pengembangan game, salah satu untuk menganalisa dan membuat tingkah laku NPC (Non-playable Character) di game Far Cry 5 memiliki naluri psikologis seperti teori piramida Maslow.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.