PlayGame: Blockchain untuk Cegah Gamer Curang

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 11 Dec 2018 18:33 WIB
games
PlayGame: Blockchain untuk Cegah Gamer Curang
Pengumuman kerja sama PlayGame dan Disney.

Jakarta: Masyarakat banyak mengenal blockchain sebagai teknologi yang digunakan untuk cryptocurrency seperti Bitcoin. Blockchain sebenarnya bisa digunakan untuk hal lain. PlayGame menggunakan blockchain untuk mencegah gamer bermain curang di platform game miliknya.

"Blockchain adalah teknologi sendiri, jangan disamakan dengan Bitcoin," kata CEO PlayGame Anton Soeharyo saat ditemui di Hotel Artotel, Selasa, 11 Desember. Anton menjelaskan, game memiliki banyak masalah. "Salah satu masalah terbesar dan paling merugikan adalah cheater atau orang yang berbuat curang," katanya.

"Di PlayGame, dari teknologi blockchain, ada validator, atau wasit," kata Anton. Sistem validator ini akan memastikan seseorang memang mematuhi peraturan game tanpa berbuat curang atau menggunakan bot.

Ke depan, dia ingin agar sistem validator ini digunakan dalam esport, baik esport untuk mobile maupun PC. Dia mengaku, PlayGame tengah melakukan penjajakan.
Namun, hingga saat ini, belum ada esport yang pasti akan menggunakan sistem tersebut.

Sementara itu, Oscar Darmawan, CEO Indodax dan Advisor PlayGame mengatakan bahwa dia berharap teknologi blockchain akan bisa digunakan oleh developer Indonesia untuk meningkatkan kualitasnya. "Blockchain adalah teknologi yang bisa membuat Indonesia menjadi setara dengan negara lain," katanya.

Anton mengatakan, dia berharap PlayGame akan memiliki hingga 100 game pada akhir tahun ini. Sementara pada awal tahun depan, dia ingin mengajak 20 developer lokal bekerja sama.

Dia menjelaskan, PlayGame tidak memberikan banyak persyaratan agar game buatan sebuah developer bisa dimasukkan ke dalam platform mereka.

"Kami hanya ingin menjadi panggung agar developer bisa berkarya. Mereka cukup menghubungi kami dan menjelaskan game mereka. Jika cocok, langsung diterima," kata Anton.

Salah satu syarat dari game yang bisa masuk PlayGame adalah berbasis HTML 5 dan merupakan game yang ringan. "Bukan sesuatu yang kompleks seperti Clash of Clans." Syarat lainnya adalah game itu memungkinkan gamer untuk bermain bersama dan saling berkompetisi.

Sejak diluncurkan pada Agustus, PlayGame telah memiliki 50 ribu pengguna terdaftar. Anton ingin agar pada Q2 2019, angka itu naik menjadi satu juta. "Atau pengguna aktif bulanan sekitar 100-500 ribu," katanya.

Menurut Anton, platform PlayGame akan memudahkan developer Indonesia untuk memamerkan game buatannya. Alasannya karena domain PlayGame mudah diingat.

Selain itu, game yang ada di PlayGame bisa dimainkan tanpa harus diunduh terlebih dulu. Anton juga meyakinkan bahwa game bisa dimainkan bahkan dengan koneksi 3G.

"Game yang sudah dimainkan akan masuk ke dalam cache. Jadi, selama pengguna tidak membersihkan cache, dia akan tetap bisa memainkan game itu," katanya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.