PlayerUnkown's Battleground

Kepolisian Tiongkok Tangkap Penjual Program Curang PUBG

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 03 May 2018 13:42 WIB
gamespubg
Kepolisian Tiongkok Tangkap Penjual Program Curang PUBG
Gameplay PUBG.

Jakarta: Saat membuat sistem keamanan di game lewat software anti-cheat dan blokir akun saja tidak cukup, developer game tidak segan menggunakan tenaga penegak hukum seperti polisi untuk memberantas pemain curang.

Hal ini yang dilakukan oleh PUBG Corp. Dikutip dari Polygon, PUBG Corp membenarkan bahwa beberapa hari lalu bekerja sama dengan kepolisian Tiongkok menangkap 15 hacker yang mengembangkan dan menjual program cheat untuk game PUBG.

Pihak PUBG menjelaskan bahwa para pelaku yang tertangkap akan dikenakan juga sanksi denda berupa uang senilai USD5,1 juta atau sekitar Rp71 miliar. Kasus ini menurut PUBG Corp menjadi bukti bahwa rumor tentang bisnis program cheat yang beredar adalah benar.

"Kami akan terus melakukan penelusuran kasus ini sampai seluruh pemain di dalam game kami merasa bahwa gameplay yang mereka dapatkan terasa sangat adil tanpa ada tuduhan bahwa ada pemain yang menggunakan cheat," ungkap pihak PUBG Corp.

Mereka juga mengingatkan bahwa penggunaan program ilegal juga membahayakan informasi pribadi pemain.

Sebelumnya memang sempat diberitakan oleh BattleEye, program anti-cheat yang digunakan PUBG bahwa sejak akhir tahun 2017 jumlah pemain yang diketahui menggunakan cheat meningkat sangat banyak. Januari 2018, PUBG Corp memblokir 13 persen akun pemainnya karena terbukti menggunakan cheat.

Penangkapan hacker yang membuat dan menjual belikan program cheat untuk game PUBG oleh kepolisian Tiongkok menjadi langkah paling serius oleh sebuah pengembang game dalam menciptakan game yang bebas dari cheat.

Hal tersebut sebetulnya sangat wajar dilakukan oleh PUBG Corp ,mengingat mereka memiliki kerja sama yang erat dengan Tencent sebagai pemegang lisensi game PUBG di Tiongkok.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.